2017, Sawit Sumbermas Bangun 2 PKS Lagi

2017, Sawit Sumbermas  Bangun 2 PKS Lagi
Sawit Sumbermas Sarana Tbk (Foto: Istimewa)
Merdhy Pasaribu / MPA Rabu, 14 Desember 2016 | 16:15 WIB

Jakarta-PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) saat ini sedang mematangkan rencana pembangunan dua pabrik kelapa sawit (PKS). Pembangunan dua unit PKS yang berlokasi di Kalimantan Tengah tersebut diperkirakan akan membutuhkan investasi Rp 250 miliar.

“Kami sedang siapkan pendanaannya,” kata Direktur Utama SSMS, Vallauthan Subraminam kepada wartawan usai acara Rapat Umum Pemagang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan, di Jakarta, Rabu. (14/12.

RUPSLB SSMS tersebut telah sepakat memutuskan mengangkat Direktur Keuangan perseroan yang baru, yaitu Nicholas Justin Whittle, seorang berkewarganegaraan Inggris kelahiran Preston, 50 tahun silam. Sebelumnya, Justin menduduki berbagai jabatan di PT Capital Inc Tbk, PT ODG Indonesia, Hot-Hed International S.A, PT Trimegah Securities Tbk, dan perusahaan atau lembaga lain.

Menurut Vallauthan, manajemen Perseroan berharap dapat menggunakan sumber pendanaan yang berasal dari internal SSMS. “Kalau memang dibutuhkan, kami akan mencari pendanaan dari luar. Tapi biasanya kami manfaatkan sumber dana internal dulu,” ujarnya. Ia pun belum bersedia memberikan rincian dari rencana pembangunan PKS tersebut. “Kami juga punya proyek lain yang akan kami bangun dan kembangkan tahun depan. Proyek ini akan menelan dana hingga Rp 350 miliar,” katanya.

Lebih lanjut Vallauthan menjelaskan, tahun depan, Perseroan berharap dapat mematok target produksi tandan buah segar (TBS) hingga 1,2 juta ton hanya dari lahan inti. Ia menuturkan, jika harga terus dalam kondisi baik, maka pendapatan tahun depan akan meningkat.  “Mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.

Selanjutnya, menurut dia, lima tahun mendatang perusahaan berharap akan memiliki luas lahan hingga 150.000 hektar (ha). Penambahan lahan bisa dilakukan secara organik maupun anorganik (akuisisi). "Untuk akuisisi, kami sedang mencari atau sedang negosiasi dengan beberapa perusahaan. Tetapi nilainya dan nama perusahaannya belum bisa kami sampaikan," kata Subraminam.

Selain menambah luas areal lahan, Subraminam mengatakan, Perseroan juga akan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produksivitas kebun yang ada. SSMS juga terus mengembangkan kebun yang memenuhi syarat sawit berkelanjutan.

"Beberapa kebun kami sudah mendapat izin ketelusuran, dan minyak kami juga dibeli oleh pembeli yang mensyaratkan ketelusuran," kata dia. Saat ini, 30% dari produksi SSMS diekspor, sedangkan mayoritas masih diserap pasar domestik. Salah satu negara tujuan ekspornya yaitu India. Subraminam menuturkan, pihaknya tengah menjajaki pasar lain seperti Pakistan dan Bangladesh.





Sumber: Suara Pembaruan