Konsisten Cetak Kinerja Positif, Mandiri Raih Kenaikan Peringkat Utang dari S&P
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Konsisten Cetak Kinerja Positif, Mandiri Raih Kenaikan Peringkat Utang dari S&P

Senin, 1 Juli 2019 | 09:57 WIB
Oleh : RIX

Jakarta, Beritasatu.com - Konsistensi Bank Mandiri dalam mencetak kinerja positif dalam empat tahun terakhir membukukan hasil. Lembaga pemeringkat internasional, S&P’s Ratings menaikkan peringkat utang jangka panjang Bank Mandiri menjadi "BBB-" dengan outlook "stabil", dari sebelumnya "BB+". Peringkat baru ini berlaku untuk utang yang akan dilakukan perseroan dalam mata uang rupiah, maupun valuta asing.

Menurut Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan, kenaikan peringkat tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu korporasi terbaik di Indonesia yang berhasil mendapatkan peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional dan satu lembaga pemeringkat domestik. Di samping S&P’s, lembaga lainnya yaitu Moody’s rating (Baa2/outlook Stabil), Fitch rating (BBB-/Stabil) dan Pefindo (idAAA/Stabil)

“Kami berharap naiknya peringkat utang ini dapat memperkuat kredibilitas Bank Mandiri di mata investor dan para pemangku kepentingan sektor keuangan Tanah Air. Semoga rating yang semakin membaik ini juga ikut berkontribusi pada pertumbuhan investasi di Indonesia,” kata Panji melalui keterangan tertulis, Senin (1/7).

Bank Mandiri berharap peringkat utang terbaru itu juga akan memberikan dampak positif terhadap akses perseroan di pasar modal, serta meningkatkan value bagi investor.

Bank Mandiri, lanjut Panji, terus mendorong perbaikan kinerja melalui penajaman fokus bisnis, inovasi produk dan layanan keuangan, serta monitoring kualitas aset yang ketat. Hasilnya, pada akhir triwulan I-2019, Bank Mandiri mencatat kenaikan laba bersih sebesar 23,4% yoy menjadi Rp7,2 triliun, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit tahunan sebesar 12,4% menjadi Rp790,5 triliun dan penurunan rasio NPL sebesar menjadi 2,68%

Capaian neraca keuangan di akhir Maret 2019 lalu tersebut melanjutkan tren positif perseroan sejak akhir 2016. Selama empat tahun terakhir, Bank Mandiri tercatat membukukan pertumbuhan laba tahunan sebesar CAGR 23,7% YoY. Begitupula dengan penyaluran kredit per tahun yang juga terus tumbuh double digit dengan kualitas yang semakin membaik. Jika pada akhir 2016 NPL perseroan berada pada 4,00%, maka pada akhir Maret 2019 rasio itu telah turun menjadi 2,68%.

Menurunnya rasio kredit bermasalah tersebut itu, tambahnya, juga mendorong penurunan alokasi biaya pencadangan yang harus disisihkan perseroan. Tercatat, pada triwulan I 2019 biaya pencadangan yang disiapkan perseroan sebesar Rp 2,8 Triliun atau mengalami penurunan 28,1% YoY.

“S&P sendiri meyakini perbankan Indonesia akan memiliki benefit yang lebih dari situasi ekonomi saat ini yang terus membaik, dimana dalam 10 tahun terakhir rata-rata PDB perkapita riil Indonesia tercatat tumbuh sebesar 4,1%, lebih baik daripada rata-rata pertumbuhan negara dengan tingkat upah sama yakni 2,2%,” imbuhnya.

Di samping itu, S&P menilai agenda percepatan pengadaan infrastruktur pemerintah akan mendorong peningkatan pertumbuhan kredit perbankan yang diharapkan akan berdampak positif terhadap profitabilitas perbankan.

“Di Bank Mandiri sendiri, kami telah berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor infrastruktur mengingat masih banyak proyek pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan. Per Maret 2019, portofolio infrastruktur kami sebesar Rp 177,8 triliun atau 26,0% dari total kredit (bank only) yang disalurkan perseroan,” tuturnya.

Dari aspek likuiditas, tambahnya, likuiditas Bank Mandiri saat ini terjaga pada level yang aman dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) bank only di tingkat 94,02% per Maret 2019 lalu. “Ke depan, kami yakin dapat menjaga rasio tersebut di kisaran 91-93% hingga akhir tahun ini, antara lain melalui strategi pertumbuhan dana pihak ketiga khususnya dana murah,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rupiah Terdepresiasi 66 Poin Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 14.149 per dolar AS atau terdepresiasi 66,5 poin (0,47 persen).

EKONOMI | 8 Juli 2019

Seiring Bursa Asia, IHSG Melemah di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,1 persen (8,6 poin) ke kisaran 6.364,88.

EKONOMI | 8 Juli 2019

Semester I, Puradelta Lestari Raih Marketing Sales Rp 1,22 Triliun

Capaian marketing sales terutama berasal dari penjualan 25 hektare lahan industri dan 12 hektare lahan komersial.

EKONOMI | 8 Juli 2019

Didukung Kajian, BLK untuk LTSA Sikka-NTT Perlu Dipercepat

LTSA harus didukung dengan BLK agar yang berperan optimal.

NASIONAL | 8 Juli 2019

Whitesky Rampungkan Tahap I Heliport Komersial Terbesar di Asia Tenggara

Pembangunan heliport menelan investasi senilai Rp 60 miliar.

EKONOMI | 7 Juli 2019

Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok Akan Sehari Penuh Selama 7 Hari

Hal ini dilakukan guna meningkatkan jumlah ekspor melalui pelabuhan tersebut.

EKONOMI | 7 Juli 2019

Angkie Yudistia: Kaya Materi dan Rohani

Angkie Yudistia membangun sebuah perusahaan di bidang pelatihan tenaga kerja khusus penyandang disabilitas, bernama Thisable Enterprise.

EKONOMI | 7 Juli 2019

Industri Waralaba Ditargetkan Tumbuh 10%

Kondisi ekonomi yang diperkirakan akan terus membaik menjadi faktor pendukung optimisme pertumbuhan industri waralaba.

EKONOMI | 7 Juli 2019

Kemhub Subsidi Bus Damri Bandara Kertajati

Subsidi Bus Damri gratis dilakukan sebagai bentuk kompensasi waktu dan biaya yang dihabiskan penumpang.

EKONOMI | 7 Juli 2019

Pasokan Avtur Pertamina untuk Layanan Haji di Bandara Soetta Naik 6%

Perjalanan haji dari Bandara Soekarno Hatta dimulai hari ini, Minggu (7/7/2019).

EKONOMI | 7 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS