Di Tengah Pandemi COVID19 dan Tantangan Industri, EBITDA Tetap Tumbuh Baik dan Margin Laba Bersih Meningkat
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Laporan Keuangan Telkom Semester I 2020

Di Tengah Pandemi COVID19 dan Tantangan Industri, EBITDA Tetap Tumbuh Baik dan Margin Laba Bersih Meningkat

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 07:30 WIB
Oleh : RIX

Jakarta, 7 Agustus 2020 – Menutup pertengahan tahun 2020, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp66,9 triliun dengan laba bersih Rp10,99 triliun. EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) semakin menguat dengan pertumbuhan 8,9% YoY menjadi Rp36,08 triliun dan margin EBITDA yang tumbuh 6,2ppt menjadi 54,0%. Margin laba bersih juga menunjukkan tren yang lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 16,4% dari sebelumnya 16.0%.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah di Jakarta (7/8) menjelaskan, “Di tengah pandemi COVID-19 yang tidak dapat dipungkiri berdampak terhadap perekonomian dan industri telekomunikasi, Telkom masih bisa mencatat kinerja yang cukup baik dengan peningkatan profitabilitas perseroan di mana margin EBITDA dan margin laba bersih tercatat tumbuh dibandingkan tahun lalu. Kinerja Perseroan yang sehat juga tercermin dengan meningkatnya Arus Kas dari Kegiatan Operasi yang tumbuh 23,4% menjadi Rp34,2 triliun."

Kinerja bisnis perusahaan ini tidak lepas dari peningkatan lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome yang pendapatannya tumbuh masing-masing 13,5% dan 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Telkomsel selaku entitas anak Telkom yang fokus pada segmen bisnis Mobile, mencatat pertumbuhan yang baik khususnya pada bisnis digital yang tumbuh sebesar 13,5% menjadi sebesar Rp31,9 triliun dengan total kontribusi yang tumbuh signifikan hingga 72,4% dari total pendapatan Telkomsel. Pencapaian ini didorong oleh 160,1 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 105,1 juta. Hal ini menyebabkan konsumsi layanan data tumbuh 43,8% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 7.037 MB per pelanggan data dan menjadi tren positif bagi broadband ARPU. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 40,3% menjadi 4.255.250 TB.

Untuk memperkuat infrastruktur dan mengembangkan bisnis digital, sepanjang semester pertama 2020 Telkomsel membangun sebanyak 15.831 BTS 4G. Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 228.066 unit atau tumbuh 11,7 YoY dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 177 ribu unit atau 77,9% dari total keseluruhan.

Layanan fixed broadband IndiHome terus mempertahankan kinerja yang semakin kuat baik finansial maupun operasional. IndiHome mencatat pendapatan sebesar Rp10,4 triliun yang dikontribusi dari 7,45 juta pelanggan. Jumlah pelanggan ini tumbuh 24,2% dari periode yang sama tahun lalu. Meski dihadapkan pada situasi pandemi, IndiHome berhasil menambah lebih dari 448 ribu pelanggan baru sepanjang enam bulan pertama 2020.

Sementara itu segmen Enterprise terus menerapkan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental yang diikuti perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi. Salah satu lini bisnis yang menjadi fokus Perseroan adalah data center. Saat ini Telkom memiliki data center di 22 lokasi dan baru saja melakukan groundbreaking data center tier 3 & 4 yang tahap pertamanya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan 13,9% terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Belanja modal Perseroan di semester I/2020 ini sebesar Rp12 triliun, dengan alokasi terutama digunakan untuk membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed broadband. Pada bisnis mobile, belanja modal dialokasi untuk pengembangan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta pengembangan sistem IT. Sementara untuk fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pembangunan jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone.

“Situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat. Telkom akan terus berinovasi memberikan produk dan layanan digital, tidak hanya untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat tapi juga untuk menggerakkan perekonomian nasional,” demikian pungkas Ririek.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wall Street Menguat Tipis di Tengah-tengah Meningkatnya Tensi AS-Tiongkok

Bursa Amerika menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2020) di tengah-tengah meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Tiongkok.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Pandemi Dorong Percepatan Sustainable Finance

Pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia dinilai telah mencapai banyak kemajuan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Dow Tergerus karena Ketegangan AS-Tiongkok dan Ketidakpastian Stimulus

Dow Jones Industrial Average turun 151 poin 0,6 persen.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Menko Kemaritiman: Ada Cashback untuk Konsumen yang Belanja Produk UMKM

Cashback sebesar Rp 750.000 per konsumen tersebut merupakan stimulus yang telah dipersiapkan pemerintah.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Wapres: Jadikan Pandemi Peluang Pengembangan Industri Produk Halal

Di masa pandemi aspek kesehatan dan higienitas menjadi pertimbangan mutlak masyarakat dalam memilih produk.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

RUU Cipta Kerja Tingkatkan SDM Indonesia

RUU Cipta Kerja dirancang untuk menarik investasi asing. Selama ini investor ragu berinvestasi di Indonesia karena tidak ada kepastian hukum.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Pemerintah Kucurkan Rp 33,1 T untuk Beri Tambahan Gaji Karyawan Swasta

Dana bantuan ditransfer langsung ke rekening para tenaga kerja secara langsung dan dua tahap.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

LuLu Hypermarket Tambah Gerai Ketiga di Sentul Bogor

Ekspansi ini juga menandakan jaringan LuLu Hypermarket ke-191 di seluruh dunia.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Selain Resesi, Pemerintah Perlu Waspadai Kemungkinan Depresi Ekonomi

Indonesia perlu upaya ekstra keras mengembalikan pertumbuhan ekonomi positif di kuartal ketiga tahun ini.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Bendungan Sidan Selesai Sesuai Target

Kempupera bangun bendungan Sidan di Bandung.

EKONOMI | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS