Akselerasi Akses Informasi di Seluruh Negeri, Jaga Momentum di Tengah Pandemi
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

Akselerasi Akses Informasi di Seluruh Negeri, Jaga Momentum di Tengah Pandemi

Senin, 26 Oktober 2020 | 08:26 WIB
Oleh : RIX

Jakarta, 25 Oktober 2020 – Merebaknya pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat besar bagi seluruh negara di dunia. Hampir semua aktivitas para pelaku bisnis dari berbagai aspek industri terkena dampak pandemi ini dan dituntut mampu beradaptasi agar dapat bertahan. Meski demikian, ada juga beberapa sektor industri yang memiliki peluang dan prospek yang cukup baik untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, di antaranya industri kesehatan, makanan, e-commerce, dan Information & Communication Technology (ICT).

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjadi satu dari sekian banyak pelaku bisnis ICT yang diharuskan untuk beradaptasi di tengah disrupsi pandemi ini. Setelah mencanangkan diri untuk bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital (digital telco) sejak tahun lalu, adanya pandemi COVID-19 memberikan ruang akselerasi digital sehingga mengharuskan perusahaan untuk mempercepat upaya transformasi tersebut.

Peluang ini tentunya ditangkap Telkom sebagai sebuah momentum, tidak hanya untuk bertahan memberikan kinerja yang cemerlang tapi juga untuk melahirkan inovasi melalui produk dan layanan digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat yang turut mengalami pergeseran.

Pandemi secara tidak langsung mengubah gaya hidup dan kebutuhan, hingga mengakselerasi adopsi digital masyarakat. Di Indonesia sendiri contohnya, demi meminimalisasi penyebaran virus, Pemerintah menerapkan kebijakan PSBB sehingga kegiatan aktivitas belajar dan bekerja dilakukan dari rumah. Kondisi ini menyebabkan pergeseran kebutuhan masyarakat, di mana internet menjadi kebutuhan yang sangat penting saat ini. Telkom melalui infrastruktur, platform, dan layanan digitalnya menangkap peluang ini dan menjadi enabler untuk setiap aktivitas masyarakat di masa pandemi,” ujar Direktur Keuangan Telkom, Heri Supriadi di Jakarta (23/10).

Hal ini pula yang menjadikan Digital Business Telkomsel dan IndiHome menjadi mesin utama pertumbuhan pendapatan Perseroan pada semester pertama 2020, khususnya di masa pandemi COVID-19. IndiHome membukukan pendapatan sebesar Rp10,4 triliun atau tumbuh 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, bisnis digital Telkomsel tumbuh 13,5% YoY menjadi Rp31,9 triliun dan menumbuhkan kontribusinya terhadap pendapatan sebesar 72,4% dari 62,2% tahun lalu.

Untuk itu, Telkom secara kontinyu terus melakukan pembangunan infrastruktur yang dianggarkan dari belanja modal perusahaan (capital expenditure), yang akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini bisnis, baik mobile related business, fixed broadband, dan bisnis lainnya. Meski terjadi persaingan yang tinggi dan juga turunnya bisnis legacy, Layanan Digital Telkom mampu tumbuh dan mengompensasi penurunan dari bisnis legacy, bahkan disebut menjadi penopang bisnis kinerja perusahaan.

Transformasi Perusahaan dan Digitalisasi

Tidak hanya membangun infrastruktur telekomunikasi darat, laut, dan udara hingga pelosok Indonesia, Telkom kini tengah gencar bertransformasi menjadi digital telco dengan fokus pada tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services. Telkom secara konsisten terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas, mengembangkan talenta digital unggulan, mendorong kemampuan digital, dan tingkat adopsi digital bangsa serta mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital pelanggan terbaik.

Untuk peningkatan digital capabilities dan pengembangan bisnis, Telkom secara cermat mengidentifikasi dan tepat memilih strateginya, dengan konsep Build (mengembangkan dari kompetensi internal), Borrow (partnership), Buy (akuisisi) dengan konsiderasi value proposition perusahaan. Telkom juga turut serta dalam mengembangkan ekosistem digital melalui sarana inkubasi seperti Amoeba dan Indigo serta mendukung investasi startup melalui MDI Ventures.

“Di Indonesia, digitalisasi menjadi hal yang sangat besar manfaatnya dalam mendukung beragam aktivitas. Untuk itu, kami berupaya untuk hadir di setiap aspek kehidupan masyarakat dan mendukung kebutuhannya. Meski di tengah pandemi, dengan kerja keras dan semangat untuk terus berinovasi, kami berharap dapat terus menjaga momentum perusahaan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan negara melalui kinerja produk dan layanan terbaik demi mendukung digitalisasi Indonesia” tutup Heri Supriadi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tata Kawasan Pulau Rinca, Kempupera Tetap Perhatikan Habitat Komodo

Kempupera mengerjakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai world heritage site Unesco.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PLN Pasok Listrik Tambang Emas Doup Milik J Resources

PT PLN akan menjual tenaga listrik dengan Layanan premium silver tarif industri LI-3/20 MVA kepada ASA.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kasus Covid-19 AS Tembus Rekor, Dow Futures Melemah

Futures Dow Jones Industrial Average turun 150 poin, mengindikasikan koreksi 190 poin pada pembukaan hari Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PSBB Transisi, Kunjungan ke Pusat Belanja Belum Sampai 50%

Saat PSBB ketat, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan hanya 10% hingga 20% dari normal. Di PSBB transisi, hanya sekitar 30%-40%.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Di Tokoku, Konsumen Bisa Ambil Barang dan Bayar Belakangan

20% penjualan outlet IRMA dilakukan melalui skema Pay Later.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Bandara Soetta Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang

Jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) di bandara maksimal 50% dari kapasitas.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

HSB Investasi Raih Penghargaan Best New Mobile Trading Platform Indonesia 2020

All in one application ini mengintegrasikan pembukaan akun, trading, berita ekonomi, dan edukasi dalam satu aplikasi.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

AP II Maksimalkan Stimulus Airport Tax dari Pemerintah

AP II menyiapkan tiga strategi guna memanfaatkan stimulus PSC.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

CMSE 2020 Bukukan Transaksi Saham dan Reksa Dana Rp 376,35 Juta

Kegiatan CMSE 2020 dengan konsep virtual akan lebih efisien, karena pesan edukasi dan literasi mengenai pasar modal akan lebih sampai ke semua kalangan.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Pemerintah Pastikan Sertifikasi Halal Gratis Bagi Produk UMKM

Pemerintah juga memperluas lembaga pemeriksa halal yang dapat dilakukan oleh ormas Islam, dan PTN.

EKONOMI | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS