Sejarah Indonesia Perlu Ditulis Ulang
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Sejarah Indonesia Perlu Ditulis Ulang

Senin, 19 Agustus 2019 | 22:06 WIB
Oleh : Anselmus Bata / RIX

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun. Sudah saatnya kita memikirkan kembali untuk menulis ulang sejarah Indonesia (rewriting history) yang selama ini dipengaruhi Belanda.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat menghadiri bedah buku Indonesia Tidak Pernah Dijajah karya Batara R Hutagalung di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2019). Acara ini dihadiri, antara lain sejarawan Taufik Abdulah, Makarim Wibisono, dan guru besar Universitas Hasanuddin Makassar, Marthen Napang.

Lewat buku ini, kata Fadli, Batara dengan berani ingin meluruskan sejarah dan fakta-fakta yang selama ini dipercayai bangsa Indonesia dan juga dunia bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun.

"Buku Indonesia Tidak Pernah Dijajah sangat tepat diluncurkan setelah perayaan HUT ke-74 RI, sehingga dapat mengigatkan masyarakat pada sejarah, apakah benar Indonesia terjajah? Karena yang dijajah waktu itu adalah kesultanan-kesultanan, belum menjadi Indonesia. Kalaupun kita dijajah, jangan-jangan sekarang kita dijajah," jelasnya.

Fadli mengaku mengenal Batara sejak 20 tahun lalu. Batara punya fokus pada sejarah Indonesia dan terus memperjuangkan utang kehormatan Belanda sebagai ketua umum Komite Utang Kehormatan Belanda, karena Belanda memiliki banyak utang atas pelanggaran HAM yang dilakukan di masa lampau. Bahkan, sampai saat ini, Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure, yakni 17 Agustus 1945. Belanda hanya mengakui secara de facto.

“Dan meski sudah puluhan tahun berlalu, hal ini menjadi pekerjaan rumah untuk terus diperjuangkan,” imbuhnya.

Fadli percaya bahwa buku tersebut lahir secara organik dari penelitian Batara, karena seorang sejarawan sejati tidak hanya membaca buku intelektual mainstream, tetapi juga harus mengasah pisaunya sendiri untuk benar-benar menguak sejarah.

“Pak Batara juga seorang sejarawan yang aktif, bukan tipe yang berdiri di menara gading. Dia mengungkapkan bagaimana perjalanan bangsa menentukan positioning kita lewat sejarah,” ucap Fadli.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Wakil Ketua DPR: Tangani Kerusuhan Manokwari dengan Tepat

“Jangan sampai ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil."

NASIONAL | 19 Agustus 2019

PLTU Cilacap Harus Antisipasi Tsunami

Konstruksi PLTU yang tahan gempa dan tsunami merupakan desain ideal di tengah kebutuhan listrik nasional.

NASIONAL | 18 Agustus 2019

Aksi Tolak Rasisme di Sorong Berlanjut

Arus lalu-lintas pun sepi karena sejumlah ruas jalan terlebih khusus jalan utama Sorong Pusat masih diblokade warga dengan membakar ban.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Bupati Bogor: Wacana Provinsi Bogor Raya Sejak 2012

Sekitar 10 kota dan kabupaten yang kemungkinan bisa masuk menjadi Provinsi Bogor Raya.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua: Kita Sama-sama Merah Putih

Lenis berharap agar tindakan rasial terhadap warga Papua tidak terulang.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Pascakerusuhan, Wiranto Berencana ke Papua

“Tanpa ada insiden, saya mau ke sana. Rencana saya untuk melakukan suatu upaya mendorong semangat bela negara sudah ada,” kata Wiranto.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Gembala dan 19 Kerbau Tewas Disambar Petir

Sebelum disambar petir, korban melakukan pengasapan agar kerbau tak digigit nyamuk.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Dugaan Perlakuan Rasial terhadap Mahasiswa Papua Dinilai Patut Diusut Tuntas

“Oknum. Kami ingin tahu oknum ini siapa dan siapa di belakang itu. Nanti kalau dibiarkan ke depan akan terjadi hal yang sama," papar Lenis Kogoya.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Lenis Kogoya Bakal Ajak Presiden Jokowi Dialog dengan Masyarakat Papua

Lenis menuturkan, dirinya saat ini akan memfasilitasi orang-orang adat, pemuda dan pemudi serta mama-mama berdialog terlebih dahulu.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Lenis Kogoya Ungkap Pesan Presiden Jokowi

Menurut Lenis, dirinya telah melaporkan kepada Presiden terkait strategi khusus untuk menangani permasalahan Papua.

NASIONAL | 20 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS