PM Inggris Kalah dalam Tiga Voting Kunci Brexit

PM Inggris Kalah dalam Tiga Voting Kunci Brexit
Perdana Menteri Inggris Theresa May (kiri) memberikan pernyataannya tentang Brexit kepada parlemen di London, Senin (26/11). ( Foto: AP / Dokumentasi Parlemen )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 5 Desember 2018 | 19:54 WIB

London- Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May kalah dalam tiga pemungutan suara (voting) kunci di parlemen saat dia berjuang untuk mendapatkan kesepakatan Brexit.

May kalah dua voting Majelis Rendah sehingga memaksanya untuk mempublikasikan nasihat hukum pemerintah yang bersifat rahasia terkait kesepakatan Brexit.

May juga kalah dalam voting besar ketiga yang lebih signifikan yaitu memberikan kekuasaan kepada parlemen untuk membentuk kesepakatan akhir Brexit jika ternyata May gagal mendapatkan persetujuan di Majelis Rendah dalam voting final. Penentuan akhir nasib Brexit akan dibawa dalam voting parlemen tanggal 11 Desember 2018.

Sebelumnya, pemerintahan May dinilai tidak menghormati parlemen karena menolak untuk mengungkapkan alasan hukum di balik rencana Brexit. Ini menjadi kekalahan tipis tetapi bermakna pada awal perdebatan parlemen selama lima hari tentang manfaat perjanjian itu yang bisa memenangkan atau menjatuhkan kepemimpinan May.

Parlemen dengan suara 311 lawan 293 mendukung langkah agar pemerintah mempublikasikan alasan hukumnya. Pemerintah Partai Konservatif pimpinan PM May berjanji akan merilis nasihat hukum atas kesepakatan itu hari Rabu (5/12).



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE