Abaikan Desakan AS, OPEC dan Rusia Bakal Pangkas Produksi

Abaikan Desakan AS, OPEC dan Rusia Bakal Pangkas Produksi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral di sela KTT G20 di Buenos Aires, 1 Desember 2018. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Kamis, 6 Desember 2018 | 15:52 WIB

Wina - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan para mitranya diyakini akan menyepakati pemotongan produksi untuk mendongkrak harga dalam pertemuan yang dimulai Kamis (6/12), meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak supaya harga minyak mentah tetap dijaga rendah.

Kartel produsen minyak yang punya pengaruh kuat itu bertemu di markas mereka di Wina, Austria, dengan tujuan meraih kesepakatan level produksi untuk enam bulan ke depan.

Sebanyak 15 negara anggota OPEC kemudian akan bertemu dengan negara-negara penghasil minyak non-OPEC Jumat besok, dan diyakini mereka akan sepakat mengurangi tingkat produksi cukup tajam mulai Januari 2019.

Pertemuan itu digelar ketika harga minyak mendekati level terburuknya sejak krisis finansial 2008, anjlok sekitar 30% dalam dua bulan terakhir sehingga menimbulkan tekanan pada anggaran negara-negara yang bergantung pada ekspor minyak.

Kamis pagi, harga minyak mentah acuan Brent tercatat US$ 61,08 per barel, turun sekitar 0,8%, sementara harga West Texas Intermediate (WTI) berada di angka US$ 52,36, turun lebih dari 1%.

Apa yang Akan Terjadi?
Produsen minyak terbesar OPEC, Arab Saudi, memimpin gerakan untuk mengurangi output di tengah berlebihnya pasokan dan kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan mengurangi permintaan bahan bakar.

Kerajaan itu telah mengindikasikan akan meminta OPEC untuk mengurangi produksi hingga 1,3 juta barel per hari (bph).

Namun, Rusia tampaknya enggan untuk menerapkan strategi pengurangan produksi secara tajam. Produsen besar yang tidak masuk OPEC itu memperingatkan agar OPEC tidak mengubah kebijakan 180 derajat setiap kali mereka bertemu.

Kemungkinannya, OPEC dan negara-negara non-OPEC akan sepakat dengan pengurangan produksi sebesar 1,2 juta - 1,4 juta bph.

OPEC mulai mengelola pasokan minyak global melalui kolaborasi dengan Rusia dan beberapa negara lain tahun lalu untuk mengakhiri laju penurunan harga minyak yang memukul perekonomian mereka.

Kartel yang didominasi negara-negara Timur Tengah itu menguasai 40% produksi minyak dunia dan punya sejarah panjang untuk melakukan penyesuaian tingkat produksi guna menyetir pasar.

Kebijakan pemangkasan produksi itu ditentang oleh Trump.

"Semoga OPEC akan menjaga aliran minyak seperti sekarang ini, tidak dibatasi. Dunia tidak ingin melihat, atau butuh harga minyak yang lebih tinggi!" tulis Trump di Twitter, Rabu (5/12) kemarin.

Dia sudah menegaskan lebih suka harga minyak yang rendah dan mendesak Arab Saudi untuk lebih menurunkan lagi harga minyak di pasar berjangka dalam pertemuan OPEC pekan ini.



Sumber: CNBC
CLOSE