Putin: Rusia Akan Kembangkan Senjata Nuklir Baru

Putin: Rusia Akan Kembangkan Senjata Nuklir Baru
Seorang polisi Rusia berdiri di depan peluru kendali balistik antarbenua Topol-M ICBM saat latihan untuk parade Hari Kemenangan di Moskwa, Rusia pada Mei 2008. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Kamis, 6 Desember 2018 | 19:53 WIB

Moskwa- Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan negaranya akan membuat senjata nuklir jenis baru, jika Amerika Serikat (AS) meninggalkan Kesepakatan Nuklir yang telah disetujui kedua negara pada 1987.

Pernyataan itu, disampaikan Putin, setelah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyampaikan tuduhan bahwa Rusia telah melanggar Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah atau Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, telah menyatakan bahwa AS siap meninggalkan perjanjian nuklir dengan Rusia, karena ada pelanggaran dari pihak Rusia. AS memberi waktu 60 hari bagi Rusia untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir yang dilarang dalam perjanjian itu.

Namun Putin menilai pernyataan Pompeo dan NATO hanyalah alasan yang dipakai AS agar dapat keluar dari kesepakatan tersebut. Dia bahkan menuding AS memiliki keinginan untuk mengembangkan senjata nuklir yang dilarang dalam perjanjanjian INF.

Melalui siaran televisi negara, Putin menyebutkan bahwa banyak negara telah mengembangkan senjata nuklir jarak menengah dan hal itu nampaknya mendorong AS yang terikat pada perjanjian nuklir dengan Rusia untuk bisa memiliki senjata tersebut.

“Sekarang sepertinya rekan kami di Amerika meyakini keadaan telah berubah banyak, sehingga mereka juga harus memiliki senjata jenis itu. Apa rekasi kami? Sederhana saja, terkait kasus ini, kami juga akan melakukan hal yang sama,” kata Putin.

Pada pertemuan yang berlangsung di Brussels, Belgia, Selasa, para Menlu NATO mengeluarkan pernyataan bersama yang mengklaim Rusia telah melanggar Perjanjian INF dan memperingatkan Rusia untuk segera mematuhinya.

“Kami menyimpulkan Rusia telah mengembangkan sistem misil 9M729 yang melanggar Perkanjian INF yang dapat menjadi risiko signifikan bagi keamanan Eropa-Atlantik,” demikian bunyi pernyataan bersama Menlu NATO.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE