Tahun 2018, Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Naik Tajam

Tahun 2018, Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Naik Tajam
Basarnas berhasil mengevakuasi satu kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP, Jumat, 9 November 2018. ( Foto: Dok. Basarnas )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 3 Januari 2019 | 21:10 WIB

Den Haag-Aviation Safety Network (ASN) melaporkan terjadi kenaikan tajam hingga lebih dari 1.000% dalam kematian akibat kecelakaan udara pada tahun 2018. Pada Rabu (2/1), kecelakaan pesawat menewaskan 556 orang tahun lalu dibandingkan dengan 44 orang pada 2017.

Tahun 2018 menunjukkan peningkatan tajam dalam kematian akibat tabrakan udara dibandingkan dengan 2017. Tetapi berdasarkan statistik, tahun 2018 masih merupakan tahun kesembilan teraman dalam catatan ASN.

Kecelakaan sipil terburuk tahun 2018 adalah pada Oktober ketika satu pesawat Lion Air jatuh di Indonesia, menewaskan 189 orang. Padahal tahun 2017 adalah yang paling aman dalam sejarah untuk maskapai komersial tanpa kecelakaan jet penumpang yang tercatat.

Dalam kecelakaan Lion Air di Indonesia, satu pesawat Boeing 737 Max menghujam Laut Jawa tak lama setelah berangkat dari Jakarta. Pesawat itu dianggap belum layak terbang. Pada Juli 2018, kesalahan manusia adalah penyebab kecelakaan pesawat di Kuba yang menewaskan 112 orang

Pada Februari 2018, 66 orang tewas dalam kecelakaan pesawat di pegunungan Zagros Iran. Lalu pada Maret 2018, 51 orang tewas ketika satu pesawat jatuh saat mendarat di bandara Nepal.

Namun, gambaran umum ASN menunjukkan keselamatan angkutan udara telah membaik secara umum selama 20 tahun terakhir.

“Jika tingkat kecelakaan tetap sama dengan 10 tahun yang lalu, akan ada 39 kecelakaan fatal tahun lalu. Pada tingkat kecelakaan tahun 2000, bahkan akan ada 64 kecelakaan fatal. Ini menunjukkan kemajuan besar dalam hal keselamatan dalam dua dekade terakhir,” kata CEO ASN Harro Ranter.

Tetapi ASN menyatakan apa yang disebutnya kecelakaan kehilangan kendali (LOC) adalah masalah keamanan utama bagi industri penerbangan karena kecelakaan jenis ini merupakan 10 dari 25 kecelakaan terburuk dalam lima tahun terakhir.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE