Kisruh Diplomatik, Prancis Panggil Pulang Dubes di Italia

Kisruh Diplomatik, Prancis Panggil Pulang Dubes di Italia
Presiden Prancis Emmanuel Macron di forum WEF, Davos ( Foto: Beritasatu tv )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 9 Februari 2019 | 08:49 WIB

Paris, Beritasatu.com- Pemerintah Prancis memanggil pulang duta besarnya yang bertugas di Italia setelah kedua negara dari blok Uni Eropa (UE) itu terlibat dalam perang kata-kata. Ini menjadi pertama kalinya penarikan perwakilan Prancis dari Roma sejak Perang Dunia II, diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis, Kamis (7/2).

Perselisihan diplomatik itu dipicu oleh keputusan Wakil Perdana Menteri (PM) Italia Luigi di Maio pekan ini untuk bertemu dengan anggota gerakan “Rompi Kuning” Prancis, yang telah melakukan demonstrasi selama berbulanbulan dan kadang kala kampanye keras melawan Macron.

“Prancis telah, selama beberapa bulan, menjadi target berulang, serangan tidak berdasar, dan pernyataan keterlaluan. Memiliki perbedaan pendapat adalah satu hal, tapi memanipulasi hubungan untuk tujuan pemilu itu hal lain,” sebut pernyataan Kemlu Prancis.

Di Maio, kepala dari gerakan 5 Bintang anti-pendirian dan memimpin koalisi dengan kanan-jauh Liga, membela pertemuan dengan “Rompi Kuning”, serta membuat perbedaan antara Macron dan orang-orang Prancis.

“Rakyat Prancis adalah teman-teman dan sekutu kami. Presiden Macron telah berulang kali mengecam pemerintah Italia karena alasan politi dalam pandangan pemilu Eropa,” kata Di Maio merujuk kepada pemungutan suara Parlemen Eropa pada Mei 2019 yang diharapkan meningkatnya partai-partai populis.

“Pertemuan saya sebagai pemimpin politik gerakan 5 Bintang dengan anggota 'Rompi Kuning' sepenuhnya sah. Saya mengklaim hak untuk berbicara dengan pasukan politik lain yang mewakili rakyat Prancis,” tambah Di Maio.

Di Maio yang berusia 32 tahun, tampaknya bersemangat untuk menjadi saingan muda dari Macron (41), sekalipun tingkat persetujuannya jatuh di dalam negeri. Macron tidak segera menanggapi pernyataan tersebut.



CLOSE