Pemilik Gucci dan Yves Sumbang Rehabilitasi Notre-Dame

Pemilik Gucci dan Yves Sumbang Rehabilitasi Notre-Dame
Francois-Henri Pinault, dan istrinya, Salma Hayek. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 16 April 2019 | 15:54 WIB

Paris, Beritasatu.com - Konglomerat Paris pemilik merek Gucci dan Yves Saint Laurent, Francois-Henri Pinault, akan menyumbang 100 juta Euro atau sekitar Rp 1,59 triliun untuk rehabilitasi Gereja Katedral Notre-Dame di Paris, Prancis, yang terbakar pada Senin (15/4/2019).

Francois-Henri Pinault yang menikah dengan artis Hollywood, Salma Hayek, mengumumkan sumbangan tersebut beberapa jam setelah peristiwa kebakaran Katedral Notre-Dame, yang terjadi Senin (15/4/2019), sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

"Kami akan menyumbangkan 100 juta euro untuk pembangunan kembali Katedral Notre-Dame di Paris, yang sebagian hancur karena kebakaran," kata Francois-Henri Pinault , di Paris, Senin (15/4/2019) malam.

Pernyataan Francois-Henri Pinault datang tak lama setelah seruan yang disampaikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang mengunjungi Gereja Katedral Notre-Dame.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan kebakaran Gereja Katedral Notre-Dame sebagai “tragedi mengerikan”. Dia berjanji akan membangun kembali Notre-Dame yang menjadi bangunan bersejarah bagi umat Katolik dunia.

“Kami akan membangun kembali Gereja Katedral Notre-Dame bersama-sama. Ini adalah bangunan bersejarah bagi seluruh umat Katolik, juga bagi rakyat Prancis,” kata Emmanuel Macron.

Saat mengunjungi Gereja Katedral Notre-Dame, Emmanuel Macron juga memuji upaya petugas pemadam kebakaran dan tim yang memadamkan api dan menyelamatkan karya seni di gereja tersebut.

Sejumlah saksi mata mengatakan api yang membakar Gereja Katedral Notre-Dame pada Senin, pukul 18.30 waktu setempat. Api dengan cepat menjalar dan membesar, hingga menghancurkan kaca patri dan interior kayu yang berusia 850 tahun dari bangunan bergaya gotik tersebut.

Ribuan orang berkumpul menyaksikan kebakaran gereja tersebut. Banyak yang mengungkapkan kesedihan mereka karena kebakaran terjadi justru ketika umat Katolik sedang berada pada Pekan Suci memperingati kesengsaraan dan kematian Yesus Kristus.



Sumber: dailymail/Suara Pembaruan