Survei Ipsos MORI: Hubungan AS-Korut Tak Berubah

Survei Ipsos MORI: Hubungan AS-Korut Tak Berubah
Ramon Pacheco Pardo ( Foto: Istimewa )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 12 Juni 2019 | 15:56 WIB

Brussels, Beritasatu.com - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Jepang dan Rusia, menilai hubungan antara Washington dan Pyongyang tak mengalami perubahan atau sama saja dengan setahun lalu.

Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei Ipsos MORI atas inisiatif Ketua Yayasan Korea-Universitas Vrije Brussel (KF-VUB), Ramon Pacheco Pardo, terikait peringatan setahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-Korut, yang berlangsung di Singapura, pada 12 Juni 2018.

Survei dilakukan oleh Ipsos MORI dengan melakukan wawancara kepada 1.000 warga di AS, Tiongkok, Jepang, dan Rusia selama dua pekan, sejak akhir Mei 2019 hingga awal Juni 2019. 

Hasil survei Ipsos MORI menunjukkan 30% warga AS menilai hubungan kedua negara tak mengalami banyak perubahan dengan setahun lalu ketika Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu untuk pertama kali. Sedangkan 27% warga Jepang menilai hubungan AS-Korut justru memburuk.

Tiongkok adalah satu-satunya negara yang mayoritas respondennya menyebut hubungan AS-Korut telah meningkat. Secara garis besar, publik di negara-negara yang disurvei tampaknya menunggu untuk melihat apakah kesepakatan tercapai, atau sebaliknya, perundingan gagal.

“Fakta bahwa tidak ada kesepakatan di Hanoi, meskipun dalam pembangunannya ada diskusi tentang kesepakatan, kemungkinan termasuk deklarasi damai, telah berdampak negatif dalam pandangan publik tentang proses diplomatik dengan Korut,” kata Ramon Pacheco Pardo.

Lebih dari setengah warga yang disurvei di AS dan Jepang meyakini sanksi-sanksi seharusnya dijalankan berbarengan dengan dialog dengan Korut. Sebaliknya, diplomasi menjadi pilihan populer diantara rakyat Rusia, sebesar 69 persen.

Di Tiongkok, 43 persen responden memprioritaskan untuk fokus kepada diplomasi atau mendukung pendekatan jalur ganda yaitu diplomasi dan sanksi.

Pemerintahan Donald Trump telah memberlakukan tekanan maksimum untuk melawan Korut, mendesak adanya peta jalan komprehensif tentang pembongkaran situs nuklir Korut untuk merealisasikan perjanjian Denukrilisasi Korut, yang disepakati pada KTT AS-Korut, di Singapura.

Namun, Korut, dengan dukungan Tiongkok dan Rusia, menuntut sanksi-sanksi yang telah diberlakukan AS harus dicabut terlebih dahulu setelah menghentikan sebagian program nuklirnya.



Sumber: Reuters/AFP/Suara Pembaruan