Hubungan Uni Eropa dan ASEAN Dinilai Makin Dalam

Hubungan Uni Eropa dan ASEAN Dinilai Makin Dalam
Deputi Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Kung Phoak (batik biru) dan Kuasa Usaha Ad Interim Misi Uni Eropa untuk ASEAN, Lucas Cibor (setelan jas dan dasi merah) saat peluncuran Buku Biru Uni Eropa dan ASEAN di gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (8/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Natasia Christy Wahyuni )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 8 Agustus 2019 | 18:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Uni Eropa (UE) dan ASEAN dalam peringatan hari lahir ASEAN ke-52 meluncurkan Buku Biru UE-ASEAN 2019, yaitu sebuah publikasi tahunan tentang kerja sama kedua pihak. Hubungan UE dan ASEAN dinilai semakin dalam seiring rencana peningkatan hubungan kedua pihak menjadi kemitraan strategis.

Bentuk kerja sama UE-ASEAN disampaikan secara terbuka kepada publik lewat pameran bertajuk "ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day" di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Pameran yang sudah memasuki tahun kedua itu bertujuan memperkenalkan dan meningkatkan pengetahuan tentang hasil kerja sama UE dan ASEAN di bidang pembangunan, serta manfaatnya bagi mobilitas siswa di dalam kawasan ASEAN dan antar-kawasan UE-ASEAN.

"Pada Januari 2019, pertemuan menteri luar negeri UE dan ASEAN ke-22 pada prinsipnya menyetujui peningkatan hubungan UE dan ASEAN menjadi kemitraan strategis, sesuai rincian dan waktu yang akan ditentukan kemudian. Hal ini mencerminkan dalamnya dan luasnya hubungan UE dan ASEAN yang telah berlangsung lebih dari empat dekade," kata Kuasa Usaha Ad Interim Misi UE untuk ASEAN, Lucas Cibor, di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (8/8).

Menurut Cibor, ciri khas kemitraan UE-ASEAN adalah kerja sama untuk bidang-bidang yang penting beserta tantangannya seperti dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, mencari solusi untuk perubahan iklim, serta meningkatkan perdagangan dan konektivitas.

"Saya yakin hubungan kita akan semakin menguat di tahun-tahun medatang," tambah Cibor.

Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Kung Phoak, mengatakan UE dan ASEAN telah menjalin kemitraan kuat. Program beasiswa kedua pihak menjadi contoh integrasi regional dalam pembangunan khususnya pendidikan tinggi.

Sejak 2014, lebih dari 5.500 mahasiswa dan tenaga pendidik dari ASEAN telah menempuh perjalanan ke Eropa dengan beasiswa yang diberikan UE dan negara-negara anggotanya, termasuk lewat program ERASMUS Plus. Selain itu, beasiswa juga diberikan kepada hampir 3.000 mahasiswa dan tenaga pendidik untuk belajar maupun bekerja di ASEAN.

Lewat program "Dukungan UE kepada Pendidikan Tinggi di Kawasan ASEAN" sudah disalurkan lebih dari 591 beasiswa untuk jangka pendek di 42 universitas terpilih, terdiri dari 32 universitas di ASEAN dan 10 universitas di Eropa.

Secara luas, UE menyatakan telah memberikan 200 juta Euro (Rp 3,1 triliun) untuk mendukung integrasi kawasan ASEAN selama 2014-2020. Kerja sama bilateral dalam pembangunan dengan negara-negara anggota ASEAN bernilai lebih dari 2 juta Euro (Rp 31,8 miliar) dimana lebih dari setengahnya dipakai untuk mendukung Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.



Sumber: Suara Pembaruan