Belum Ditemukan Indikasi Sabotase pada Insiden Listrik Padam di Inggris

Belum Ditemukan Indikasi Sabotase pada Insiden Listrik Padam di Inggris
Para komuter berusaha mencari jalan keluar dari jaringan kereta bahwa tanah tak berfungsi akibat pemadaman listrik di London, Inggris, Jumat (9/8/2019). ( Foto: ABC / Dokumentasi )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 10 Agustus 2019 | 13:52 WIB

London, Beritasatu.com  - Inggris terkena pemadaman listrik massal mendadak seperti yang menimpa Jakarta 4 Agustus 2019 lalu. Layanan rumah sakit, bandara, kereta api dan jalan raya terganggu akibat putusnya listrik di penjuru Inggris dan Wales hari ini.

Kejadian tak terduga ini disebabkan oleh matinya dua generator yang menyebabkan Jaringan Listrik Nasional (National Grid) tidak berfungsi. Ibu Kota Inggris, London, terkena dampaknya. Begitu pula, di bagian Tenggara (South East) Inggris, Midlands, Barat Daya (South West), Yorkshire, Timur Laut (North East), Cornwall dan Wales.

"Ini adalah kejadian luar biasa dan tak terduga. Matinya dua generator yang tersambung ke sistem transmisi Inggris Raya menyebabkan turunnya frekuensi sistem kelistrikan. Kejadian ini di luar kuasa kami." kata National Grid.

Sekitar 1 juta orang terkena dampak pemadaman listrik yang terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Listrik mati selama dua jam.

RS Ipswich kehilangan listrik selama 30 menit karena generator cadangan tidak menyala. Layanan kereta mengalami gangguan dan keterlambatan, sementara lampu lalu lintas mati. Sekitar 300.000 rumah dan usaha di London dan Tenggara Inggris terdampak. Western Power Distribution mengatakan sekitar 500.000 orang di Midlands, Barat Daya Inggris, dan Wales terdampak, namun listrik kembali menyala sekitar jam 18.00 sore. Northern Powergrid yang melayani Yorkshire dan Timur Laut Inggris mengatakan 110.000 orang terdampak, dan 26.000 warga di Barat Laut Inggris terputus listriknya.

Meskipun listrik bisa dipulihkan dalam waktu dua jam, tetapi tumpukan penumpang kereta sudah telanjur terjadi dan antrian berlangsung hingga malam hari. Polisi Transportasi Inggris dikerahkan untuk membantu menertibkan kerumunan penumpang.

Kaos juga terjadi di jalan raya. Matinya lampu lalu lintas menyebabkan kemacetan. Sinyal internet dan telepon hilang. Alarm tiba-tiba menyala di rumah-rumah dan pertokoan. Penumpang kereta terpaksa dievakuasi padahal stasiun terdekat masih jauh. Keadaan ini diperparah dengan hujan dan angin kencang yang melanda Inggris. Bandara Luton bahkan sampai kebanjiran.

Pihak yang berwenang mengatakan sejauh ini belum menemukan indikasi sabotase atau serangan siber.



Sumber: Telegraph.co.uk