Wakil PM Italia Tolak Masuk 500 Migran dari Mediterania

Wakil PM Italia Tolak Masuk 500 Migran dari Mediterania
"Rhib", satu perahu karet, milik kapal penyelamat 'Ocean Viking', yang dioperasikan oleh LSM Prancis SOS Mediterranee dan Medecins sans Frontieres (MSF), mengangkut migran yang diselamatkan saat operasi di Laut Mediterania pada Senin (12/8/2019). ( Foto: AFP / Anne CHAON )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:21 WIB

Roma, Beritasatu.com- Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini akan mencegah dua kapal yang membawa 500 migran pengungsi untuk memasuki pelabuhan Italia. Lebih dari 500 migran dan pengungsi yang diselamatkan dari Laut Mediterania dengan dua kapal LSM, karena Italia dan Malta terus menolak mereka untuk akses masuk ke pelabuhan.

Pada Senin (12/8) malam, Kelompok amal Prancis, Doctors Without Borders (MSF) menyatakan pihaknya telah menyelesaikan "penyelamatan kritis" dari 105 orang lainnya di Ocean Viking. Dengan demikian, jumlah total migran yang naik ke kapal bertambah menjadi 356 orang.

Setidaknya 150 orang lainnya tetap berada di kapal LSM Spanyol, Proactiva Open Arms.

Pada Selasa (13/8), Matteo Salvini menegaskan kembali niatnya untuk memastikan kedua kapal tidak memasuki pelabuhan Italia.

“Saya sedang bekerja di kementerian pagi ini untuk mencegah lebih dari 500 migran turun dari dua kapal LSM, satu milik Prancis dan satu Spanyol. Saya akan memberitahu kalian, bagaimana ini berakhir. Saya tidak akan menyerah,” tulis Salvini di Facebook.

Anggota parlemen Italia mengeluarkan undang-undang yang mengancam penangkapan kapten dan awak kapal penyelamat yang memasuki perairan Italia. Denda hingga satu juta euro (US$ 1,1 juta atau sekitar Rp 2,21 miliar) dan penyitaan kapal juga dimungkinkan berdasarkan undang-undang yang baru.

Salvini mengatakan Libia telah menawarkan untuk mengambil kembali orang-orang yang diselamatkan, meskipun MSF mengesampingkan mengembalikan penumpangnya ke negara yang dilanda perang. Dia mengatakan para migran dan pengungsi secara rutin disiksa dan dilecehkan di sana.



Sumber: Suara Pembaruan