PBB: Inggris Merugi Rp 227 Triliun Akibat Brexit

PBB: Inggris Merugi Rp 227 Triliun Akibat Brexit
Bendera Inggris dan bendera Uni Eropa dengan latar belakang bangunan ikonik Big Ben. ( Foto: Sky News )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 4 September 2019 | 21:27 WIB

New York, Beritasatu.com- Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan jika Inggris memilih meninggalkan UE tanpa kesepakatan perdagangan, maka negara itu akan mengalami kerugian setidaknya US$ 16 miliar (sekitar Rp 227 triliun) dalam penjualan UE. Bahkan, kerugian bisa jauh lebih besar setelah menghitung efek-efek tidak langsung dan pasar lainnya.

“Penelitian UNCTAD (badan perdagangan PBB) mengindikasikan no-deal Brexit akan menghasilkan kerugian ekspor Inggris setidaknya US$ 16 miliar, mewakili perkiraan hilangnya 7% atas keseluruhan ekspor Inggris ke UE,” sebut pernyataan UNCTAD.

Angka kerugian itu termasuk US$ 5 miliar untuk ekspor kendaraan motor, US$ 2 miliar untuk produk hewani, dan US$ 2 miliar untuk pakaian jadi dan tekstil.

Menurut UNCTAD, angka US$ 16 miliar konservatif dan hanya memperhitungkan kenaikan tarif UE dari nol ke negara paling dasar yang disukai.

Laporan UNCTAD ini dikeluarkan saat parlemen Inggris sedang berdebat untuk menghentikan Inggris keluar dari UE pada 31 Oktober 2019 tanpa kesepakatan transisi.

Sejauh ini, belum ada perundingan resmi terkait Brexit antara pemerintahan PM Inggris dan UE, sehingga kekhawatiran anggota parlemen negara itu meningkat akan perpisahan yang kacau yang diyakini bisa menyebabkan kerusakan ekonomi secara signifikan



Sumber: Suara Pembaruan