Pemilu Sela Batal, Brexit Tertunda Lagi

Pemilu Sela Batal, Brexit Tertunda Lagi
Boris Johnson ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 5 September 2019 | 09:54 WIB

London, Beritasatu.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson gagal meraih dukungan untuk pemilu sela pada hari Rabu (4/9/2019) karena sebelumnya, legislator berhasil meloloskan rancangan undang-undang yang menghentikan "no-deal Brexit".

Johnson membutuhkan dua pertiga suara dari Dewan Rakyat (House of Commons) untuk melakukan Pemilu sela yang rencananya akan dilakukan pada 15 Oktober. Namun, pihak oposisi -Partai Buruh, Scottish National Party, dan Liberal Democrats- semuanya menolak rencana Johnson. Johnson kekurangan 136 suara untuk melakukan pemilu sela.

Pada hari Rabu, Dewan Rakyat menyetujui RUU yang meminta penundaan Brexit melalui pemungutan suara dengan hasil akhir 327-299. Dengan adanya RUU itu, Dewan Rakyat mendesak Johnson untuk meminta penundaan Brexit yang memiliki tenggat waktu 31 Oktober nanti. Uni Eropa (UE) harus menyetujui permintaan Inggris, dan Dewan Bangsawan Inggris juga harus menyetujui permintaan Dewan Rakyat.

Johnson adalah pendukung Brexit. Dia melihat no deal Brexit atau keluarnya Inggris dari UE tanpa amandemen/perjanjian-perjanjian baru dengan UE justru memperkuat posisi tawar Inggris dalam negosiasi.

Pasar Eropa bereaksi positif atas penundaan Brexit. Euro Stoxx 50 Pr naik 0,88 persen, FTSE 100 naik 0,59 persen, DAX naik 0,96 persen dan CAC 40 naik 1,21 persen.



Sumber: CNBC