Parlemen Loloskan RUU untuk Memblokir “No-Deal Brexit”

Parlemen Loloskan RUU untuk Memblokir “No-Deal Brexit”
Seorang aktivis mengenakan topeng dan kostum badut pada rapat umum lintas partai yang diselenggarakan oleh organisasi Vote Rakyat berkampanye untuk refrendum Uni Eropa kedua, di luar Gedung Parlemen di London, Rabu (4/9/2019). ( Foto: AFP / Tolga AKMEN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 5 September 2019 | 21:48 WIB

London, Beritasatu.com- Parlemen Inggris pada Rabu (4/9), telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk memblokir no-deal Brexit (Brexit tanpa kesepakatan).

RUU ini juga berarti menunda lagi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) sampai 31 Januari 2019, kecuali parlemen menyetujui kesepakatan baru Brexit dari pemerintah pada 19 Oktober 2019.

Setelah RUU lolos di Dewan Rakyat (majelis rendah parlemen), selanjutnya pada Jumat (6/9) akan dituntaskan di dewan bangsawan (majelis tinggi parlemen). Setiap perpanjangan tenggat waktu Brexit juga harus disetujui oleh 27 negara UE lain yang tersisa, atau artinya Inggris harus menyampaikan alasan sah terkait penambahan waktu penundaan.

Namun, muncul kekhawatiran bahwa kalangan pro-Brexit akan menahan RUU itu sehingga tidak mendapatkan persetujuan kerajaan sebelum parlemen ditangguhkan pekan depan.

Kepala cambuk (chief whip) di Dewan Bangsawan menyatakan komitmennya dan mengumumkan terobosan setelah berbicara dengan oposisi Partai Buruh. Posisi kepala cambuk bertugas memastikan anggota menghadiri dan memberikan suara di parlemen saat kepemimpinan partai membutuhkan suara mayoritas.

Pemimpin Partai Buruh di Dewan Bangsawan, Baroness Smith, mengonfirmasi dukungan atas langkah RUU tersebut. Dia berharap tidak ada frustasi lebih jauh atas RUU yang akan selesai pada Jumat sore.

“Malam yang cukup panjang. Perdebatan panjang, dan saya berterima kasih kepada para bangsawan yang telah bertahan, itu menunjukkan pentingnya pekerjaan yang kita lakukan dan isu yang kita perdebatkan,” kata Smith.

Dewan Rakyat juga telah menolak mosi pemerintahan Johnson untuk pemilu dini, dengan voting 298-56 atau gagal mendapatkan persetujuan dua per tiga anggota. Artinya, keseluruhan empat mosi yang diajukan Johnson ke parlemen telah kalah semua lewat voting.



Sumber: Suara Pembaruan