Rusia Akan Buat Rudal Jarak Menengah

Rusia Akan Buat Rudal Jarak Menengah
Presiden Rusia Vladimir Putin membuka sesi pleno Forum Ekonomi Timur di pelabuhan Vladivostok, Rusia timur laut, Kamis (5/9/2019). ( Foto: AFP / Alexander NEMENOV )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 6 September 2019 | 20:47 WIB

Vladivostok, Beritasatu.com- Rusia akan membuat rudal jarak menengah yang sebelumnya dilarang dalam Perjanjian Nuklir Jangkauan Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty/INF) yang disepakati bersama Amerika Serikat (AS) pada 1987.

Pernyataan itu, disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk pertama kalinya setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan mundur dari INF, pada Agustus 2019. Menurut Putin, Rusia tidak lagi memiliki kewajiban untuk mematuhi perjanjian yang telah ditinggalkan AS.

Meski demikian, Putin berjanji pihaknya tidak akan melakukan uji coba rudal jarak menengah seperti yang telah dilakukan AS, dan tidak akan menyebarkannya ke wilayah di mana tidak ada sistem rudal AS terpasang.

"Tentu saja, kami akan memproduksi rudal seperti itu, tetapi kami tidak akan menyebarkannya di wilayah di mana tidak ada sistem rudal berbasis darat dari kelas ini yang diproduksi oleh AS," kata Putin, dalam sesi pleno di Forum Ekonomi Timur, di Vladivostok, Rusia, Kamis (5/9).

Putin juga mengungkapkan ketidaksukaannya dengan rencana potensial AS untuk mengerahkan sistem rudal jarak menengah darat di Korea Selatan dan Jepang, dua negara sekutu AS yang berdekatan dengan Rusia.

Putin menjelaskan, AS dapat saja berdalih bahwa sistem rudal yang ditempatkan di Jepang atau Korea Selatan untuk mencegah ancaman dari Korea Utara. Namun hal itu juga dapat menimbulkan masalah yang signifikan dan serius karena sistem rudal ini akan dapat menjangkau sebagian besar wilayah Rusia.

"Ini benar-benar membuat kami sangat sedih, dan itu juga menjadi alasan kekhawatiran kami," ujar Putin.



Sumber: Suara Pembaruan