Terbelit Krisis Brexit, Adik PM Boris Johnson Pilih Mundur

Terbelit Krisis Brexit, Adik PM Boris Johnson Pilih Mundur
Jo Johnson, adik PM Inggris Boris Johnson. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 7 September 2019 | 06:40 WIB

London, Beritasatu.com - Krisis Brexit rupanya ternyata juga memicu pergolakan di pemerintahan Inggris. Adik Boris Johnson pun memilih mundur dari pemerintahan Inggris. Pada Kamis (5/9), adik Boris Johnson, Jo Johnson, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai menteri dan anggota parlemen.

Jo adalah menteri bisnis di kabinet Boris Johnson dan anggota parlemen untuk Orpington, sebelah tenggara London. Dia tetap masuk kabinet meskipun menentang Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan perceraian.

Jo mengaku terpecah antara kesetiaan kepada keluarga dan kepentingan nasional. Langkah Jo menjadi serangkaian pengunduran diri terbaru oleh kelompok Konservatif moderat yang menentang pendirian garis keras Brexit oleh PM Johnson.

Johnson menjabat PM pada Juli 2019 setelah menjanjikan kepada partainya, Konservatif, bahwa dia akan menyelesaikan Brexit dan memecahkan kebuntuan yang telah melumpuhkan politik Inggris sejak negara itu memutuskan keluar dari UE pada 2016.

Solusi Johnson untuk menggelar pemilu diperkirakan bisa mengguncang parlemen, namun hanya sedikit berurusan dengan parlemen.

PM Inggris sebelumnya bisa sesukanya menyerukan pemilu, tapi di bawah UU 2011 menetapkan bahwa pemilu harus berjarak lima tahun. Jika kurang dari itu, pemerintah membutuhkan dukungan dua per tiga anggota parlemen untuk menggelar pemilu dini. Johnson akan kembali memanggil parlemen pada Senin (9/9), namun kubu oposisi menyatakan akan menentangnya atau abstain.



Sumber: Suara Pembaruan