Tahun 2020, Jerman Larang Kantong Plastik Sekali Pakai

Tahun 2020, Jerman Larang Kantong Plastik Sekali Pakai
Foto dokumentasi pada 6 Februari 2017 di Berlin ini menunjukkan seorang pria membawa barang-barang belanjaan dalam kantong plastik. Pemerintah Jeman berencana untuk melarang kantong plastik sekali pakai yang ditawarkan di supermarket dan toko mulai tahun 2020. ( Foto: AFP / Sebastian Gollnow )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 9 September 2019 | 19:39 WIB

Berlin, Beritasatu.com- Jerman berencana untuk melarang kantong plastik sekali pakai mulai tahun 2020. Jerman bergabung dengan gerakan yang berkembang untuk memerangi polusi global.

Supermarket dan pengecer lainnya akan dilarang menawarkan kantong plastik ringan di kasir. Larangan itu juga berlaku termasuk yang sekarang dipasarkan sebagai biodegradable atau dibuat dari sumber yang terbarukan..

“Mayoritas besar orang Jerman menginginkan larangan ini,” kata Menteri Lingkungan Hidup Svenja Schulze dari Demokrat Sosial tengah-kiri, pada Jumat (6/9), saat memperkenalkan inisiatif yang diharapkan akan segera berubah menjadi undang-undang.

Menurut laporan oleh surat kabar Bild, pelanggaran larangan, yang mulai berlaku pada semester pertama tahun depan, akan mengancam bisnis dengan denda hingga 100.000 euro (US $ 110.000 atau Rp 1,55 miliar).

Polusi plastik, terutama di perairan dan lautan, adalah bahaya ekologis utama karena melukai atau membunuh kehidupan laut dan burung, mengotori pantai dan menciptakan tumpukan sampah raksasa yang mengambang di lautan.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa, ketika plastik perlahan-lahan rusak, partikel mikro memasuki rantai makanan dan berakhir pada manusia. Studi menunjukkan jejak beracun dalam limbah orang di Eropa dan Asia.

Langkah yang direncanakan Jerman mengikuti pengenalan komitmen sukarela oleh industri ritel 2016 yang tidak lagi memberikan tas plastik secara gratis.

Kebijakan itu cukup membantu mendorong penurunan penggunaan dari 68 kantong plastik per kapita kemudian menjadi kantong 24 tahun lalu. Regulasi Jerman sudah lebih baik dari target Uni Eropa (UE) yaitu 40 kantong per orang per tahun pada tahun 2025.



Sumber: Suara Pembaruan