PM Inggris Tegaskan Tolak Tunda Brexit

PM Inggris Tegaskan Tolak Tunda Brexit
Foto yang dirilis oleh Parlemen Inggris menunjukkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama debat tentang Brexit (No.6) RUU di Gedung Parlemen di London, Rabu (4/9/2019). ( Foto: AFP/ / JESSICA TAYLOR )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 16 September 2019 | 17:09 WIB

Luksemburg, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akan bertemu dalam acara makan siang dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, di Luksemburg, Senin (16/9). Ini menjadi pertemuan pertama untuk keduanya sejak Johnson menjabat pada Juli 2019.

Inggris sudah menetapkan sikap terlebih dulu sebelum pertemuan itu, yaitu akan menolak penundaan Brexit dari tenggat waktu saat ini 31 Oktober 2019. Johnson akan menyampaikan penolakan akan perpanjangan Brexit dalam pertemuannya dengan Juncker.

Sumber dari kantor PM Inggris, Downing Street, menyatakan Johnson akan menekankan keinginannya mengamankan kesepakatan pada 18 Oktober 2019, setelah pertemuan kunci Uni Eropa (UE).

Tapi jika tidak dimungkinkan, dia akan menolak setiap tawaran penundaan dan pergi tanpa kesepakatan (no-deal Brexit). Sumber itu menambahkan, “Johnson akan memperjelas bahwa dirinya tidak akan menyetujui penundaan lagi.”

“Setiap perpanjangan lebih lanjut akan menjadi kesalahan besar. Ini bukan hanya keraguan dan penundaan tambahan, tapi juga tambahan atas bulan-bulan panjang kebencian dan perpecahan yang berdampak besar,” ujar sumber tersebut.

Kepala perundingan UE Michel Barnier juga akan menghadiri pertemuan di Luksemburg, sedangkan Johnson akan didampingi oleh Menteri Brexit, Steve Barclay, dan perwakilan Brexit di pemerintahan Inggris, David Frost.



Sumber: Suara Pembaruan