Pompeo Akui Dengar Percakapan Trump dan Zelensky

Pompeo Akui Dengar Percakapan Trump dan Zelensky
Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia, Luigi Di Maio (kanan) dan Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo, berjabat tangan dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka di Villa Madama, Roma, Rabu (2/10/2019). ( Foto: AFP / ALBERTO PIZZOLI )
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 3 Oktober 2019 | 15:34 WIB

Roma, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengakui bahwa dia ikut mendengarkan percakapan telepon antara Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Sebelumnya, Mike Pompeo menampik bahwa dia tahu tentang percakapan telepon yang telah mendorong House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) AS melakukan penyelidikan pemakzulan terhadap Donald Trump.

Dalam percakapan telepon itu, informan rahasia melaporkan, Donald Trump meminta bantuan Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki Hunter Biden dan keterkaitan Joe Biden dengan salah satu perusahaan Ukraina.

Joe Biden adalah kandidat presiden dari Partai Demokrat yang disebut-sebut menjadi penantang kuat Trump dalam pemilihan presiden 2020.

Terkait penyelidikan pemakzulan tersebut, tiga komisi di DPR AS, yakni komisi anggaran, komisi pengawasan intelijen dan komisi urusan luar negeri, memanggil sejumlah pejabat dan mantan pejabat, serta pihak terkait, untuk memberikan keterangan.

Pada Rabu (2/10/2019), tiga komisi tersebut memanggil Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo. Namun Mike Pompeo yang sedang berkunjung ke eropa berhalangan hadir, sehingga Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri AS yang memenuhi panggilan DPR AS.

DPR menilai tindakan Mike Pompeo tersebut merupakan pembangkangan dan upaya untuk menghindari pemeriksaan terkait penyelidikan pemakzulan Donald Trump. Padahal Mike Pompeo diduga merupakan salah satu pejabat tinggi yang mengetahui percakapan Donald Trump dengan Volodymyr Zelensky.

Berbicara dalam konferensi pers bersama mitranya, Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, di Roma, Rabu (2/10/2019), Mike Pompeo menjawab pertanyaan tentang pembicaraan telpon itu dengan pernyataan berbeda.

“Pertanyaan apakah saya ikut mendengar percakapan telpon itu, ya, saya ikut. Pembicaraan telpon itu dalam konteks kebijakan Amerika tentang Ukraina, yaitu membantu Ukraina memberantas korupsi di dalam dan luar pemerintah, dan membantu Ukraina saat ini membangun ekonomi agar berkembang pesat,” kata Mike Pompeo.

Sumber :VoA/CNN



Sumber: Suara Pembaruan