PM Inggris Serukan Revitalisasi Parlemen

PM Inggris Serukan Revitalisasi Parlemen
Foto yang diambil melalui rekaman vide menunjukkan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berpidato di sidang House of Commons (parlemen) di London, Selasa (29/10/2019). ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:57 WIB

London, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, menyerukan revitalisasi parlemen untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan sebutan Brexit.

"Parlemen yang baru dan direvitalisasi dibutuhkan untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa. Kita tidak punya pilihan selain pergi ke negara itu untuk membebaskan diri dari kebuntuan itu,” kata PM Boris Johnson, di London, Inggris, Selasa (29/10/2019).

Namun, saat bertemu dengan kelompok backbench dari Partai Konservatif, Boris Johnsom menyampaikan pesan yang terkesan berhati-hati. 

Dalam pertemuan itu, Boris Johnson menyebut pemilu pada 12 Desember 2019, akan sulit. Tapi dia mengatakan akan melakukan yang terbaik untuk kemenangan Partai Konservatif.

Boris Johnson menyebut sebenarnya tidak menginginkan pemilu, tapi dipaksa untuk melakukan itu karena Partai Buruh akan “memotong-motong” RUU Brexit sehingga tidak dikenali.

Sebagai upaya menyatukan partainya, Boris Johnson memutuskan untuk menerima kembali 10 dari 21 anggota parlemen yang telah dipecatnya bulan lalu karena menentang rencana Brexit-nya.

Garis pertempuran utama dari kampanye itu fokus pada Brexit, setelah Johnson gagal membawa Inggris keluar UE sesuai batas waktu 31 Oktober 2019.

Partai Konservatif di bawah kepemimpinan Boris Johnson berada 10 poin lebih tinggi dari Partai Buruh dalam rata-rata jajak pendapat. Itu diperkirakan setengah dari dukungan kepada mantan PM Theresa May sebelum dia memimpin partainya kepada hasil yang mendatangkan bencana karena kehilangan suara mayoritas.



Sumber: Suara Pembaruan