Sempat Teronggok di Dapur, Lukisan Cimabue Laku Rp 373 Miliar

Sempat Teronggok di Dapur, Lukisan Cimabue Laku Rp 373 Miliar
Lukisan "Christ Mocked", satu mahakarya yang telah lama hilang karya seniman Florentine Renaissance, Cimabue pada akhir abad ke-13, ditemukan berbulan-bulan yang lalu tergantung di dapur seorang wanita tua di kota Compiegne, Paris, Prancis, pada 24 September 2019. ( Foto: The National / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 2 November 2019 | 18:52 WIB

Paris, Beritasatu.com- Satu lukisan yang telah lama hilang dari seniman Italia terkenal Cimabue telah terjual seharga 24 juta euro (US$ 26,6 juta dan Rp 373,2 miliar) di balai lelang. Lukisan yang ditemukan tergantung di dapur seorang wanita tua Prancis mencetak rekor harga baru.

Lukisan berjudul Christ Mocked karya seniman pra-Renaissance Cimabue, ditemukan bulan lalu di Prancis utara. Lukisan itu sempat diperkirakan mencapai 6 juta euro di lelang. Namun tawaran yang menang jauh melebihi harapan, harga lukisan melonjak empat kali lipat dari perkiraan.

Acteon Auction House menyatakan harga akhir itu dibayar oleh pembeli anonim dari Prancis utara. Harga lukisan Cimabue adalah rekor dunia baru untuk lukisan abad pertengahan yang dijual di pelelangan.

“Ketika satu karya unik seorang pelukis yang langka seperti Cimabue datang ke pasar, Anda harus siap untuk kejutan,” kata juru lelang Dominique Le Coent kepada kantor berita Reuters.

Selama bertahun-tahun, lukisan itu hanya tergantung di atas piring panas di dapur di kota Compiègne. Lukisan itu ditemukan oleh seorang juru lelang, yang menyarankan pemiliknya untuk dievaluasi oleh para ahli.

Pemilik lukisan percaya lukisan itu hanyalah ikon agama tua dengan nilai yang tak seberapa.

Tes keaslian dilakukan pada karya seni itu dengan menggunakan cahaya inframerah. Tes dilakukan untuk menentukan kesamaan dengan karya pelukis Italia Cimabue, juga dikenal sebagai Cenni di Pepo.

Dilahirkan di kota Florence, Cimabue aktif di akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14. Dia merupakan figur transisi antara seni bergaya abad pertengahan dan karya-karya Renaissance yang lebih naturalistik.

Karya seni itu tergolong kecil; berukuran hanya 20 x 26 cm. Diyakini sebagai bagian dari poliptych - satu karya yang lebih besar dari adegan yang dilukis dibagi menjadi beberapa panel - yang berasal dari tahun 1280. Lukisan Cimabue itu menggambarkan hasrat dan penyaliban Yesus.



Sumber: Suara Pembaruan