Banjir di Venesia, 2 Orang Tewas

Banjir di Venesia, 2 Orang Tewas
Orang-orang berjalan melintasi alun-alun Santo Markus yang banjir, dengan latar belakang Basilika Santo Markus dan Menara Lonceng, setelah ketinggian air pasang "Alta Acqua", di Venesia, Rabu (13/11/2019). ( Foto: AFP / Marco Bertorello )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 15 November 2019 | 20:23 WIB

Venesia, Beritasatu.com- Banjir terbesar dalam 50 tahun terakhir yang melanda Venesia, Italia, telah menewaskan dua orang. Pemerintah Italia mengumumkan keadaan darurat karena 85% wilayah Venesia terendam banjir.

Pada Kamis (14/11),Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro, mengumumkan keadaan darurat dan meminta bantuan Pemerintah Italia. Menurutnya, perubahan iklim mengakibatkan banjir parah melanda hampir seluruh wilayah Venesia, yang akan meninggalkan kerugian besar dan kerusakan yang mungkin sulit untuk diperbaiki.

"Kami meminta pemerintah (Italia, Red) untuk membantu kami. Ini semua terjadi karena perubahan iklim,” kata Brugnaro, di Venesia, Italia, Jumat.

Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini, mengatakan pemerintah pusat akan menyediakan sejumlah dana untuk bantuan kemanusiaan dan untuk memulihkan situs warisan dunia UNESCO di Venesia, antara lain Basilika Santo Markus.

Hujan deras menyebabkan banjir mulai melanda Venesia sejak Selasa (12/11) malam dengan ketinggian air mencapai 1,87 meter. Ketinggian banjir tersebut merupakan catatan tertinggi kedua sejak banjir 1966, di mana ketinggian air mencapai 1,94 meter.

Pada Rabu (13/11) pagi, banjir mulai surut, namun menjelang sore ketinggian air kembali meningkat karena pasang laut. Warga diperingatkan untuk waspada bahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Polisi melaporkan dua orang meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda Venesia beberapa hari terakhir. Seorang di antaranya adalah lelaki tua di Pellestrina, salah satu dari banyak pulau di Venesia, yang meninggal karena tersambar petir saat menggunakan pompa air listrik.

Korban lainnya juga seorang laki-laki ditemukan tewas di dalam rumahnya, namun belum diketahui apa penyebab kematiannya.



Sumber: Suara Pembaruan