Spanyol Sita Kapal Selam Bermuatan Tiga Ton Kokain

Spanyol Sita Kapal Selam Bermuatan Tiga Ton Kokain
Haluan kapal selam yang digunakan untuk mengangkut obat-obatan terlarang muncul ke permukaan laut Aldan, setelah diangkat oleh penyelam dari Guardia Civil Spanyol, Senin (25/11/2019). ( Foto: AFP / MIGUEL RIOPA )
Unggul Wirawan / JAI Selasa, 26 November 2019 | 14:44 WIB

Madrid, Beritasatu.com - Otoritas di wilayah Galicia Spanyol menyita kapal selam yang membawa lebih dari 3.000 kilogram (3 ton) kokain pada Minggu (24/11/2019). Diperkirakan, nilai pasaran paket kiriman narkoba itu mencapai US$ 110 juta atau sekitar Rp 1,54 triliun.

Laporan intelijen menyatakan kapal itu membawa 3 hingga 3,5 ton kokain berkualitas tinggi. Narkoba akan bernilai sekitar 100 juta euro di jalanan.

Menurut juru bicara Pengawal Sipil Spanyol, satu agen militer dengan kekuatan kepolisian, narkoba itu diduga berasal dari Kolombia tetapi pihak berwenang masih menyelidiki.

“Kapal selam itu telah menempuh jarak 7.690 kilometer atau 4.778 mil laut. Kapal itu berhenti di Tanjung Verde, kemudian menuju ke Portugal. Kapal itu berjarak sekitar 40 mil di lepas pantai Portugal dan kemudian menuju ke utara Spanyol,” kata sumber Kepolisian Spanyol, di Madrid, Senin (25/11/2019).

Kapal itu disita di lepas pantai Laut Aldan. Dua dari tiga anggota awak yang mengoperasikan kapal sepanjang 22 meter itu sudah ditangkap. Dijelaskan, kedua awak kapal diketahui adalah warga negara Ekuador. Kini pihak berwenang sedang mencari anggota awak ketiga.

“Kami sedang berupaya mengeluarkan kapal selam dari air untuk memeriksa semuanya dengan benar,” ujar sumber tersebut.

Kapal selam itu terdeteksi sebagai hasil dari "operasi internasional" yang melibatkan Bea Cukai Spanyol, Polisi Nasional Spanyol dan Penjaga Sipil.

Pengedar narkoba telah ditangkap menggunakan kapal selam untuk mengangkut kokain ke Amerika Serikat, termasuk dua kali pada tahun 2019. Penangkapan pertama terjadi pada Juni dan satu penangkapan lagi pada September.

Kepada CNN, awal tahun ini, Komandan Coast Guard Letnan, Stephen Brickey, mengatakan kartel narkoba Amerika Tengah dan Selatan semakin sering menggunakan kapal selam ukuran menengah untuk mengangkut narkoba ke AS.

Namun, kapal-kapal itu tidak diyakini sebagai biasa di Eropa. Mereka mahal untuk dibangun dan harus dibangun di daerah terpencil seperti hutan untuk menghindari deteksi.

“Begitu berada di dalam air, kapal itu sulit untuk dideteksi tanpa aktivitas intelijen sebelumnya atau pesawat yang melihat kapal tersebut dari atas. Kapal berbaur. Sebagian besar kapal bisa berada di bawah air, jadi sulit untuk dibedakan,” kata Stephen Brickey.

Sungai-sungai atau teluk kecil di Galicia telah lama menjadi surga penyelundupan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, sindikat narkoba telah mengubahnya menjadi salah satu pintu masuk utama ke Eropa untuk kokain Kolombia.

 



Sumber: Suara Pembaruan