Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas

Gempa 6,4 M Guncang Albania, 23 Tewas
Pekerja darurat mencari para korban di antara puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa, di Kota Durres, Albania, Selasa (26/11/2019). (Foto: AFP / GENT SHKULLAKU)
Unggul Wirawan / JAI Rabu, 27 November 2019 | 16:17 WIB

Tirana, Beritasatu.com - Sebanyak 23 orang tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang bagian barat dan utara Albania, Selasa (26/11/2019).

Beberapa wilayah yang mengalami dampak terparah adalah Ibukota Tirana dan Kota Durres yang berada di bagian barat Albania. Banyak warga yang memilih keluar meninggalkan rumah dan gedung-gedung karena gempa susulan. 

“Albania tersentak oleh 250 gempa susulan setelah gempa besar. Dua dari gempa itu berkekuatan skala 5,” kata Menteri Pertahanan Albania, Olta Xhacka, di Tirana, Selasa (26/11/2019).

Olta Xhacka mengatakan pusat gempa berada di Durres, pelabuhan utama Albania dan tempat wisata. Para tentara telah dikerahkan untuk mengeluarkan korban dari satu hotel di Durres.

“Sekitar 600 penduduk terluka dan menerima perawatan. Durres dan Thumane adalah daerah yang paling terpukul. Pekerjaan penyelamatan-dan-penyelamatan terus berlanjut di gedung-gedung yang runtuh di sana,” kata Olta Xhacka.

Menurut Olta Xhacka, beberapa negara eropa, antara lain Italia, Prancis, Rumania, Turki, Yunani, Kroasia, Montenegro, Kosovo, dan Serbia, telah mengirim 200 pasukan khusus, alat dan tim anjing pelacak untuk membantu upaya penyelamatan para korban.

Olta Xhacka mengungkapkan, sebagian besar korban tewas karena tertimpa bangunan. Banyak warga yang masih tertidur ketika gempa mengguncang Albania pada Selasa dinihari sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Marjana Gjoka (48), seorang perempuan warga Kota Thumane, mengaku sedang tertidur di apartemennya yang berada di lantai empat, ketika terjadi gempa. Gempa menghancurkan atap gedung apartemen berlantai lima tersebut, namun Marjana Gjoka bersama lima orang anggota keluarga, termasuk ponakannya yang masih berusia tiga tahun, berhasil selamat.

“Atapnya roboh di kepala kita dan saya tidak tahu bagaimana kita bisa lolos. Tuhan membantu kami,” kata Marjana Gjoka.

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan gempa Albania berpusat 30 kilometer sebelah barat Tirana dan gempa juga dirasakan di seluruh Balkan dan di wilayah selatan Italia Puglia, melintasi Laut Adriatik dari Albania.

“Beberapa jam kemudian gempa berkekuatan 5,4 mengguncang Bosnia, dengan pusat gempa terletak berjarak 75 km sebelah selatan ibu kota Sarajevo,” kata pengamat Namun tidak ada laporan korban cedera.

Di Durres, 13 mayat dievakuasi dari bangunan yang runtuh. Sebanyak 45 orang lainnya diselamatkan dari reruntuhan gedung, baik di Kota Durres maupun di Kota Thumane.

Sebelumnya pada 21 September 2019, gempa berkekuatan 5,6 melanda Albania, merusak sekitar 500 rumah. Namun Kementerian Pertahanan Albania, menyatakan gempa yang terjadi pada Selasa (26/11/2019) merupakan yang paling kuat di Albania selama 30 tahun terakhir.

Gambar-gambar kerusakan dari gempa Selasa menunjukkan gempa itu lebih kuat dari pada tahun 1979, yang meruntuhkan satu distrik di kota utara. Tak satu pun dari dua gempa sebelumnya yang menyebabkan kematian.



Sumber: Suara Pembaruan