WHO Laporkan Peningkatan Kasus Covid-19 Harian Terbesar di Dunia

WHO Laporkan Peningkatan Kasus Covid-19 Harian Terbesar di Dunia
Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 05:44 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hampir 300.000 kasus virus corona (Covid-19) dilaporkan selama 24 jam terakhir pada Jumat (31/7/2020) menandai rekor peningkatan satu hari terbesar

Lebih setengahnya dari 292.527 kasus baru yang dilaporkan pada Kamis (30/7/2020) berasal dari kawasan Amerika sebanyak 171.946 kasus, menurut data WHO. Asia Tenggara melaporkan jumlah kasus tertinggi kedua, dengan 60.113 infeksi diikuti Eropa 25.241 kasus, menurut WHO.

Secara global, virus ini telah menginfeksi lebih 17 juta orang dan membunuh 668.910 sejak muncul tujuh bulan lalu, menurut data WHO.

Baca juga: Vietnam Catatkan Kematian Pertama Akibat Covid-19

Amerika serikat (AS) menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, yakni lebih 4 juta infeksi dan 152.075 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins. Pada Kamis, kasus Covid-19 di AS melonjak lebih 67.000 dalam sehari setelah melampaui 70.000 untuk pertama kalinya dalam hampir satu minggu, data Hopkins menunjukkan.

Pekan lalu, para pejabat WHO memperingatkan bahwa dunia tidak akan kembali ke tahap "normal lama" karena pandemi Covid-19 meningkat di Amerika Serikat dan negara-negara berkembang miskin.

"Benar-benar dapat dimengerti bahwa orang-orang ingin melanjutkan hidup mereka, tetapi kita tidak akan kembali ke keadaan normal yang lama," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam konferensi pers dari kantor pusat di Jenewa pada 23 Juli.

Meski kasus di AS dan bagian lain dunia tinggi, namun kata dia, masih ada peluang untuk mengendalikan virus.

WHO merekomendasikan agar orang memakai masker sebagai cara untuk memperlambat penyebaran virus. Para ilmuwan mengatakan virus dapat menyebar melalui tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi ketika batuk atau bersin. Studi menunjukkan bahwa masker dapat berfungsi sebagai penghalang penyebaran infeksi.

WHO juga merekomendasikan orang mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak dari orang lain dan menghindari pergi ke tempat ramai. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari pertolongan medis dan ikuti petunjuk dari otoritas kesehatan setempat.

Sebelumnya pada hari itu, Dr. Anthony Fauci, ahli penyakit menular AS mengatakan bahwa corona sangat menular sehingga kemungkinan tidak akan pernah benar-benar hilang. "Saya tidak percaya itu akan hilang, karena itu adalah virus yang sangat menular," Fauci yang juga menjabat Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS mengatakan kepada sebuah dengar pendapat dengan DPR tentang penanggulangan wabah corona.

Namun Fauci sebelumnya mengatakan para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat dapat bekerja untuk membawa pandemi melandai.



Sumber: CNBC