Sanofi-GSK Capai Kesepakatan Vaksin Covid-19 dengan AS dan Eropa

Sanofi-GSK Capai Kesepakatan Vaksin Covid-19 dengan AS dan Eropa
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 09:55 WIB

Paris, Beritasatu.com - Raksasa farmasi Prancis Sanofi, dan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris akan menerima dana US $ 2,1 miliar (Rp 30,8 triliun) dari pemerintah Amerika serikat (AS) untuk pengembangan vaksin Covid-19. Demikian diungkapkan perusahaan Jumat (31/7/2020) ketika dunia berlomba-lomba menjawab pandemi.

Pada saat yang sama, Uni Eropa (UE) mencapai kesepakatan dengan Sanofi untuk menyediakan 300 juta dosis kandidat vaksin corona. Komisi Eropa, badan eksekutif UE yang merundingkan perjanjian itu, mengatakan pihaknya akan mengizinkan semua atau 27 negara anggota UE untuk membeli setelah vaksin terbukti aman dan efektif.

AS telah mengidentifikasi kandidat vaksin yang sedang dikembangkan oleh Sanofi dan GSK yang akan memproduksi jutaan dosis dengan cepat.

Kedua perusahaan bertujuan menggabungkan antigen yang dikembangkan Sanofi dan merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi adjuvant GSK, zat pendukung respons kekebalan yang dipicu vaksin.

Baca juga: Pfizer dan BioNTech Masuk Tahap Akhir Uji Vaksin Covid-19

Dana AS akan membantu kegiatan pengembangan dan meningkatkan kemampuan manufaktur Sanofi dan GSK di AS sehingga menghasilkan kapasitas maksimal. "Pemerintah AS akan menyediakan hingga US$ 2,1 miliar, lebih dari setengahnya untuk mendukung pengembangan vaksin, termasuk uji klinis. Sisanya untuk pembuatan dan pengiriman 100 juta dosis di tahap awal," perusahaan tersebut.

Menurut perusahaan, Pemerintah AS memiliki opsi lebih lanjut untuk mendapat tambahan 500 juta dosis untuk jangka panjang.

AS adalah negara yang paling terpukul akibat Covid-19 dengan lebih 150.000 kematian dari total korban secara global lebih 667.000. Sementara Eropa mencatat hampir 210.000 kematian dari 3,2 juta kasus. Infeksi meningkat di beberapa negara dan ada kekhawatiran gelombang kedua pandemi segera terjadi.

Sanofi dan GSK mengatakan uji klinis vaksin akan dimulai pada bulan September. Studi fase 3 akan berlangsung hingga akhir tahun.

Dosis 1 Miliar Per Tahun
"Jika data positif, perusahaan dapat meminta persetujuan AS pada paruh pertama 2021. Secara paralel, Sanofi dan GSK meningkatkan produksi antigen dan adjuvant untuk menghasilkan 1 miliar dosis per tahun secara global," kata perusahaan.

Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar mengatakan portofolio vaksin yang dikumpulkan di bawah kendali percepatan akan meningkatkan kemungkinan bahwa umat manusia akan memiliki vaksin yang aman dan efektif segera setelah akhir tahun ini.

AS telah mengalokasikan sekitar US$ 6 miliar sejak Maret untuk proyek vaksin dengan raksasa farmasi seperti Johnson & Johnson, Pfizer dan AstraZeneca. "Investasi terbaru ini berpotensi menghasilkan ratusan juta dosis aman dan efektif bagi warga Amerika," kata Azar dalam pernyataannya.

Perusahaan-perusahaan itu sedang berdiskusi dengan Komisi Eropa dan pemerintah lain untuk memastikan akses global ke vaksin corona. Para mitra bermaksud memasok sebagian besar dari total kapasitas pasokan yang tersedia di seluruh dunia pada 2021 dan 2022.

Sanofi dan GSK sebelumnya mengumumkan kesepakatan dengan Inggris untuk menyediakan 60 juta dosis.

Laboratorium membutuhkan dana untuk mempercepat tahap awal pengembangan vaksin dan menyiapkan produksi tanpa khawatir akan ditinggalkan jika calon obat gagal. Pada gilirannya, pemerintah pemberi dana akan mendapatkan dosis pertama jika vaksin berfungsi. Namun kesepakatan semacam itu menuai kritik karena membuat negara-negara miskin yang tidak memiliki dana tunai.

Awal bulan ini, Dewan HAM PBB menekankan pentingnya "akses yang adil dan tanpa hambatan". Menurutnya setiap vaksin yang dikembangkan melawan Covid-19 harus dianggap sebagai barang publik global.



Sumber: Channel News Asia, AFP