Raih Juara Dunia Ke-6, Hamilton Tetap Membumi

Raih Juara Dunia Ke-6, Hamilton Tetap Membumi
Selebrasi pembalap Mercedes Lewis Hamilton usai memastikan gelar juara dunia F1 ke enam kalinya di GP AS, Senin, 4 November 2019. ( Foto: AFP )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Senin, 4 November 2019 | 07:38 WIB

Texas, Beritasatu.com - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton sukses meraih gelar juara dunia ke-6 di Sirkuit Americas, Austin, Texas, Amerika Serikat, Minggu (4/11/2019). Dengan enam gelar juara dunia yang sudah berada di genggamannya, Hamilton melewati rekor juara dunia lima kali Juan Manuel Fangio asal Argentina.

Dia hanya butuh satu gelar lagi untuk bisa menyamai legenda Formula 1 Michael Schumacher yang memegang rekor gelar juara terbanyak yaitu tujuh kali.

Sukses ini tak membuat pembalap asal Inggris tersebut jemawa. 

"Saat ini sulit memahami apa yang aku rasakan," kata Hamilton usai finis runner-up di Grand Prix AS.

"Langit kesembilan bahkan tak setinggi apa yang kurasakan, lebih dari itu," kata pebalap berusia 34 tahun itu.

Kesuksesan Hamilton disaksikan langsung oleh sang ayah, ibu, orang tua angkat serta paman dan bibinya yang terbang langsung dari Trinidad.

"Ini benar-benar kesenangan yang murni. Aku merasa rendah hati dari pada sebelumnya. Melihat senyum ayahku menjelaskan semuanya. Dia mendukungku dari hari pertama, juga Linda (ibu angkat), serta ibuku."

Balapan seri ke-18 itu dimenangi oleh rekan satu timnya, Valtteri Bottas dari pole position. Namun pebalap asal Finlandia itu tak mampu lagi mengejar perolehan poin Hamilton dengan dua seri tersisa musim ini.

"Balapan yang sangat sulit hari ini," kata Hamilton yang mengawali lomba dari P5.

"Kemarin hari yang sangat berat bagi kami, Valtteri melakukan tugasnya dengan fantastis, jadi selamat untuknya. Hari ini aku hanya ingin pulih dan membawa finis 1-2 untuk tim.

"Aku berusaha sekeras mungkin, berharap mungkin bisa untuk menang hari ini tapi sayangnya banku tak mampu," kata Hamilton yang menjalani balapan dengan satu strategi pitstop itu.

 



Sumber: Reuters, Antara