Festival Film Indonesia 2014 Lakukan Beberapa Terobosan Baru
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Festival Film Indonesia 2014 Lakukan Beberapa Terobosan Baru

Sabtu, 18 Oktober 2014 | 07:43 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FAB

Jakarta - Ajang penghargaan insan film, Festival Film Indonesia (FFI) 2014 dinilai banyak melakukan terobosan baru untuk menghasilkan karya-karya yang terbaik. Piala Citra, lambang supremasi tertinggi perfilman Indonesia, dikembalikan pada bentuknya seperti semula.

Ketua Pelaksana FFI 2014, Kemala Atmojo mengatakan, Piala Citra sempat mengalami perubahan bentuk sejak Festival Film Indonesia (FFI), yang digelar 2008. Padahal sebelumnya, desain piala tersebut menggunakan konsep rancangan seniman pematung Sidharta.

"Dalam penyelenggaraan FFI 2014 yang akan berlangsung pada 6 Desember di Palembang, Sumatera Selatan, panitia pelaksana FFI memutuskan untuk mengembalikan bentuk Piala Citra seperti semula. Ini atas permintaan banyak insan perfilman, akhirnya Piala Citra kami kembalikan ke bentuk semula. Piala Citra juga dimodifikasi ulang oleh seniman Dolorosa Sinaga," katanya di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Jumat (17/10).

Sementara itu konsep acara FFI 2014 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengusung tema "Bangga Film Indonesia", ia bertekad untuk mengembalikan kejayaan perhelatan film nasional.

"Dengan semangat perubahan dan mengembalikan Piala Citra sesuai bentuknya, semula jelas akan merubah konsep acara FFI. Tahun ini penyelenggaraan FFI akan lebih semarak, karena diramaikan oleh banyak aktor dan aktris," ungkap dia.

FFI 2014 juga melakukan perubahan terhadap proses penjurian, khususnya pada film layar lebar hingga melibatkan akuntan publik independen.

Hasil penilaian dewan juri akan dikirim ke akuntan publik independen, Deloitte, satu dari empat perusahaan akuntan dan konsultan investasi terbesar di dunia untuk direkapitulasi. Dengan model seperti ini, diharapkan tingkat kredibilitas dan obyektivitas hasil penilaian dapat terjaga. Selain itu, dengan makin melibatkan banyak orang, akseptabilitas FFI juga makin meningkat.

"Penjurian akan kita ubah. Akan ada akuntan publik dari Deloitte, dan kita akan buat acara malam puncak sebagus mungkin. Tahun ini, sistem penjurian film bioskop melibatkan sebanyak mungkin insan film dan nonfilm untuk menjadi dewan juri. Total Dewan Juri film bioskop berjumlah 100 orang. Sedangkan untuk film pendek, animasi, film televisi dan film dokumenter masing-masing berjumlah lima orang," ujar Kemala.

Sejumlah dewan juri yang dilibatkan dari berbagai komponen masyarakat. Mulai dari budayawan, tokoh, seniman, psikolog, insan film dan kalangan intelektual. Mereka itu antara lain, Niniek L Karim, Seno Gumira Ajidarma, Widyawati, Reza Rahardian dan Irwan Usmar Ismail dan lainnya.

Pendaftaran film peserta sudah dimulai sejak 1 Oktober lalu hingga penutupan pada 30 Oktober 2014. Sampai saat ini sudah ada 25 judul film yang sudah didaftarkan oleh pihak produser untuk ajang FFI 2014.

Dewan juri yang sudah ditunjuk akan menilai seluruh film yang masuk ke panitia. Mereka diberi kesempatan untuk menilai film-film peserta di rumah masing-masing, dengan menggandakan compact disk (CD) film peserta. Namun untuk film terbaru akan ditonton bersama.

“Hanya film pendek, animasi dan film TV yang dinilai di Sekeretariat FFI di Gedung Film. Hasil penilaian juri akan dikirim langsung ke akuntan publik independen Deloitte, satu dari empat perusahaan akuntan dan konsultan investasi terbesar di Indonesia,” kata Kemala.

Menurutnya, Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang baru dibentuk awal tahun ini langsung mendapat tantangan besar menangani perhelatan FFI tahun ini. Lembaga ini pun mulai merombak kembali sistem penilaian dengan mengadopsi cara yang dilakukan Academy Award atau Oscar untuk pertama kalinya.

Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Christine Hakim dan Reza Rahardian Jadi Duta FFI 2014

Idealnya, hanya ada satu festival film di Indonesia yang diselenggarakan oleh pemerintah.

HIBURAN | 18 Oktober 2014

Bono Buka Rahasia, Selalu Pakai Kaca Mata karena 20 Tahun Glaukoma

Ia mengaku, glaukoma itu membuat matanya sensitif terhadap cahaya. Adanya tekanan besar cahaya, dapat merusak saraf optik matanya.

HIBURAN | 18 Oktober 2014

Kecintaan Lagu Nasional Berkurang, VOI Buat Ajang Pencarian Bakat

Voice of Indonesia (VOI) mencoba melakukan gebrakan dengan membuat ajang pencarian bakat lomba menyanyi agar kecintaan terhadap lagu nasional kembali bergelora.

HIBURAN | 18 Oktober 2014

Raffi Ahmad: Saya Pikir Pernikahan Saya Tidak Mewah Kok

"Kami berdua ya merasa ini adalah saat yang sakral. Dan kami pun tak menyangka bahwa pernikahan kami ini bisa jadi konsumsi masyarakat selama dua hari ini."

HIBURAN | 18 Oktober 2014

Ini Alasan Raffi Akhirnya Nikahi Nagita

Nagita Slavina disebut Raffi sosok cantik, baik hati dan sederhana.

HIBURAN | 17 Oktober 2014

Meski Dicap Playboy, Nagita Tetap Yakin Dinikahi Raffi

Nagita percaya jika Raffi adalah pelabuhan terakhirnya.

HIBURAN | 17 Oktober 2014

Artis Misty Upham Ditemukan Tewas

Pihak keluarga mengecam polisi yang tidak membantu mencari ketika dia dilaporkan hilang.

DUNIA | 17 Oktober 2014

Budaya Indonesia Mengalami Erosi

"Indonesia seperti tidak berbudaya lagi dan sangat memprihatinkan, semua terkait kemiskinan dan kesejahteraan."

HIBURAN | 17 Oktober 2014

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Suami-Istri

Raffi memberikan maskawin sejumlah Rp 17.022.014.

HIBURAN | 17 Oktober 2014

Siarkan Pernikahan Raffi-Nagita, KPI Beri Teguran pada Trans TV

"Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar yang tidak wajar, serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi,".

NASIONAL | 17 Oktober 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS