Mengandung Malware, Aplikasi VivaVideo Disarankan Dihapus
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Mengandung Malware, Aplikasi VivaVideo Disarankan Dihapus

Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:08 WIB
Oleh : FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Aplikasi pengeditan video populer VivaVideo, yang telah diinstal 100 juta pengguna perangkat Android di seluruh dunia, ternyata sangat berbahaya.

Aplikasi itu memiliki sejarah sebagai pembawa malware berbahaya pada tahun 2017 bersama 40 aplikasi lainnya yang terdeteksi. India ketika itu mengingatkan militernya untuk menghapus aplikasi itu karena mengandung spyware yang berpotensi digunakan untuk serangan siber terhadap negara.

Aplikasi pengeditan video ini juga meminta sejumlah izin akses berbahaya di ponsel Android, menurut riset yang dipublikasikan VPNPro, dikutip Sabtu (30/5/2020).

VivaVideo memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis file ke drive eksternal, plus lokasi GPS spesifik pengguna (yang jelas tidak diperlukan untuk aplikasi pengeditan video).

VivaVideo dikembangkan oleh QuVideo Inc (beroperasi sebagai VivaVideo), sebuah perusahaan Tiongkok yang berbasis di Hangzhou. Pengembang aplikasi ini juga membuat SlidePlus, yang sudah di-install 1 juta kali, dengan izin berbahaya yang sama sekali tidak perlu, ditambah versi berbayar VivaVideo.

Meskipun sepertinya QuVideo hanya memiliki 3 aplikasi di PlayStore, VPNPro menemukan 5 aplikasi total dalam jaringannya.

Di App Store Apple, QuVideo sebenarnya mengembangkan 4 aplikasi--VivaVideo dan SlidePlus, selain aplikasi VivaCut dan Tempo. Dua aplikasi terakhir ini dipublikasikan di PlayStore dengan nama pengembang yang berbeda, menyembunyikan koneksi mereka ke QuVideo Inc.

Selain itu, VPNPro juga menemukan bahwa QuVideo juga memiliki aplikasi populer di India VidStatus, yang sudah dipasang di 50 juta perangkat Android.

VidStatus, yang merupakan alat "status video" untuk WhatsApp, meminta 9 izin berbahaya, termasuk GPS, kemampuan untuk membaca keadaan ponsel, membaca kontak, dan bahkan membaca log panggilan pengguna.

Aplikasi ini juga diidentifikasi sebagai malware oleh Microsoft, berisi Trojan yang dikenal sebagai AndroidOS/AndroRat. Jenis trojan ini dapat mencuri dana bank, cryptocurrency, atau PayPal pengguna.

QuVideo tidak secara resmi mengklaim VidStatus, VivaCut atau Tempo di PlayStore. Aplikasi video sosial India utama lainnya yang terkait dengan WhatsApp, yang dikenal sebagai ShareChat, memiliki tiga koneksi yang mencurigakan ke QuVideo, termasuk memiliki kunci API yang sama dalam file aplikasi (APK), halaman muka dan struktur URL yang serupa.

Karena riwayat malware dan trojan aktif ini, dan QuVideo menyembunyikan hubungannya dengan beberapa aplikasi mereka, VPNPro menyarankan pengguna berhati-hati dengan salah satu aplikasi ini.

Secara umum, jika pengguna menemukan bahwa aplikasi QuVideo ini tidak memberikan manfaat nyata, VPNPro menyarankan untuk menghapusnya dari ponsel sesegera mungkin.

Pengembangnya, QuVideo Inc adalah perusahaan Tiongkok yang juga beroperasi dengan nama XiaoYing dan Hangzhou Zhuying Technology Co, Ltd. Lima aplikasi di jaringan QuVideo memiliki setidaknya sudah diinstal di 157 juta ponsel pengguna Android.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Perkuat Roadmap Menuju 5G, Telkomsel Hadirkan VoLTE

Pada tahap soft launch ini layanan VoLTE dapat dinikmati lebih 114.000 pelanggan Telkomsel yang berada di Jadetabek dan Surabaya.

DIGITAL | 29 Mei 2020

500 Peneliti Indonesia Terbaik Versi Sinta

Kemristek mengumumkan 500 peneliti terbaik versi pemeringkatan Science Technology Index (Sinta).

DIGITAL | 28 Mei 2020

Trafik Layanan Data XL Axiata Naik 25%

XL Axiata mencatat kenaikan trafik pada layanan data sebesar 25 persen dibandingkan hari-hari normal.

DIGITAL | 28 Mei 2020

Lebaran Online, Layanan Data 3 Indonesia Naik 57%

Didominasi oleh penggunaan layanan aplikasi pesan dan telekonferensi

DIGITAL | 28 Mei 2020

Mobile Premier League Gandeng Tiga Gim Developer Lokal Hadirkan Tiga Gim Baru

Mobile Premier League berkolaborasinya bersama tiga pengembang gim lokal Indonesia, yaitu Antpixel Studio, Ciayo dan Touchten.

DIGITAL | 27 Mei 2020

Trafik Layanan Data Telkomsel Tumbuh 22,8%

Trafik layanan data Telkomsel di Jabodetabek melonjak sekitar 60,9 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

DIGITAL | 27 Mei 2020

Den Smart Home Bidik Pasar Solusi Rumah Pintar di Indonesia

Den merupakan salah satu brand smart home dengan produk terlengkap di Indonesia.

DIGITAL | 27 Mei 2020

Google Akan Buka Kembali Aktivitas Kantor Mulai 6 Juli

Google akan meningkatkan kapasitas karyawan secara bertahap hingga 30 persen pada September mendatang.

DIGITAL | 27 Mei 2020

MediaDonuts Rambah Bisnis Digital Media Platform di Indonesia

MediaDonuts akan memfokuskan layanan eksklusif pada digital media platform di Indonesia.

DIGITAL | 27 Mei 2020

Kuartal I, Pengiriman Smartphone Samsung Turun 18%

Penurunan ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang mulai terasa dalam dua bulan terakhir.

DIGITAL | 26 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS