Tinggal di AS, WNI Pelarian Krisis 1998 Batal Dideportasi
INDEX

BISNIS-27 425.322 (0)   |   COMPOSITE 4870.04 (0)   |   DBX 940.805 (0)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 401.317 (0)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 757.481 (0)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.81 (0)   |   JII 518.901 (0)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 949.983 (0)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1342.99 (0)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 260.033 (0)   |   SMInfra18 229.972 (0)   |   SRI-KEHATI 296.897 (0)   |  

Tinggal di AS, WNI Pelarian Krisis 1998 Batal Dideportasi

Sabtu, 3 Februari 2018 | 17:25 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

New England - Sebanyak 50 warga negara Indonesia yang tinggal secara ilegal di New Hampshire, Amerika Serikat tidak jadi dideportasi. Hakim Patti Saris dari Boston mengatakan bahwa jika mereka dipulangkan, maka mereka bisa menjadi korban persekusi di Indonesia.

Para WNI ilegal ini adalah warga Indonesia yang meninggalkan tanah air dua dekade lalu karena krisis 1998, yang diwarnai penjarahan, persekusi, dan kekerasan terhadap warga keturunan Tionghoa.

Mereka diperbolehkan tinggal di New England selama bertahun-tahun karena adanya perjanjian informal dengan Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Namun, Presiden AS Donald Trump tahun lalu memerintahkan perjanjian tersebut dicabut sehingga mereka terancam deportasi.

Hakim Saris pada hari Kamis (1/2) waktu setempat mengatakan bahwa sebelum ICE mendeportasi para WNI ilegal tersebut, mereka memiliki kesempatan untuk mengajukan izin tinggal resmi atas alasan jika mereka pulang, maka mereka akan menjadi korban persekusi.

Sandra Pontoh, pastur dari Madbury Maranatha Indonesian Fellowship di Madbury, New Hampshire menyambut baik putusan Hakim Saris.

"Ini persis yang kami harapkan. Kawan-kawan dan pengacara kami akan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kasus kami," kata Sandra kepada Reuters.

Departemen Kehakiman AS belum memberikan jawaban.



Sumber:Reuters, The Jakarta Globe


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Indonesia Incar Pasar Nanas dan Buah Naga ke Tiongkok

Indonesia bisa memanfaatkan peluang mengeskpor kedua buah-buahan tersebut apalagi Tiongkok tidak menetapkan kuota impor mereka.

DUNIA | 3 Februari 2018

Thailand Terapkan Larangan Merokok di Pantai

Larangan merokok tersebut diterapkan di 24 lokasi pantai yang populer di Thailand.

DUNIA | 1 Februari 2018

Indonesia Siap Mediasi Krisis Nuklir Semenanjung Korea

Posisi lndonesia dalam menghadapi isu Korut adalah mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan situasi yang dapat memicu eskalasi konflik

DUNIA | 1 Februari 2018

AS Nyatakan Pemimpin Hamas Sebagai Teroris

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemimpin senior Hamas, Ismail Haniya, masuk dalam daftar teroris global.

DUNIA | 1 Februari 2018

KelompokLSM Rohingya Desak Myanmar Runding Ulang Repatriasi

Kesatuan Arakan Rohingya (Arakan Rohingya Union/ARU) dan Dewan Rohingya Eropa (European Rohingya Council/ERC), Rabu (31/1), mendesak Myanmar untuk merundingkan ulang kesepakatan repatriasi dengan Bangladesh.

DUNIA | 1 Februari 2018

Malaysia Tolak Klaim Sabah Jadi Negara Federal Filipina ke-13

Malaysia menolak sebuah usulan oleh seorang anggota komite Pemerintah Filipina untuk mengamandemen Konstitusi Filipina dengan memasukkan Sabah sebagai negara federal ke-13 Filipina.

DUNIA | 1 Februari 2018

RI Dukung Keanggotaan Timor Leste di ASEAN

Indonesia menyampaikan dukungan atas keanggotaan Timor Leste di ASEAN.

DUNIA | 1 Februari 2018

Untuk Kasus Pornografi Anak Daring, Malaysia Peringkat Teratas

Negara Malaysia berada di peringkat teratas kasus pornografi anak untuk wilayah Asia Tenggara dalam jaringan (daring) internet.

DUNIA | 31 Januari 2018

Dianggap Kontroversi, Dubes Korsel untuk Singapura Dicopot

Duta Besar Korea Selatan untuk Singapura, Lee Sang-deok, telah dicopot dari jabatannya, seperti dilaporkan oleh surat kabar Korea Times, Selasa (30/1).

DUNIA | 31 Januari 2018

Aset Sitaan Korupsi di Arab Saudi Rp 1.423 Triliun

Jaksa Agung Arab Saudi, Saud Al-Mojeb, menyatakan bahwa 56 tersangka korupsi saat ini masih berada dalam tahanan dari 381 orang yang ditahan.

DUNIA | 31 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS