Erdogan Ajak Rakyatnya Boikot iPhone
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Erdogan Ajak Rakyatnya Boikot iPhone

Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:36 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Ankara - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajak rakyatnya untuk memboikot iPhone sebagai bentuk perlawanan terhadap hambatan impor Amerika Serikat yang menyebabkan mata uang Turki jatuh.

Erdogan menyerukan kepada 80 juta rakyat Turki untuk berhenti membeli produk elektronik dari AS.

"Dalang operasi ini harus membayar akibatnya," kata Erdogan dalam pidatonya di Ankara, Selasa (14/8) waktu setempat. Erdogan menuding AS dengan sengaja melakukan operasi untuk menjatuhkan perekonomian Turki.

Erdogan dengan jelas menyebut boikot iPhone dan beralih ke Samsung Electronics Co atau smartphone lokal, Venus Vestel. Namun, dia tidak menjelaskan kapan dan bagaimana boikot terhadap iPhone atau produk-produk AS akan dilakukan.

Seruan boikot ini berawal dari permintaan AS kepada Turki untuk membebaskan seorang pastor dari AS yang dituduh terlibat terorisme. Turki menolak lalu AS membalas dengan menaikkan tarif impor untuk produk besi dan aluminium dari Turki.

Akibat sengketa ini, lira Turki terdepresiasi hingga 25 persen dalam bulan ini saja. Lira sempat rebound 5,9 persen pada Selasa lalu karena aksi jual dolar yang dilakukan rakyat Turki. Rakyat Turki mengambil untung dari melemahnya lira dengan menjual dolar simpanan mereka ketika harga tinggi. Menguatnya lira juga ditopang sentimen rencana bank sentral Turki menaikkan suku bunga.



Sumber:Bloomberg


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Turki di Ambang Krisis Ekonomi

Kasak-kusuk bailout dan pengetatan mulai terdengar di Turki dan kalangan lembaga finansial internasional.

DUNIA | 12 Agustus 2018

Didakwa Pencucian Uang, Mantan PM Malaysia Mengaku Tidak Bersalah

Najib dituduh menerima uang 42 juta ringgit (Rp 144 miliar) dari SRC International

DUNIA | 8 Agustus 2018

Denmark Denda Wanita Bercadar

Kerudung yang menutupi wajah sepenuhnya adalah isu panas di Eropa.

DUNIA | 6 Agustus 2018

Presiden Jokowi Bertemu Menlu AS

Presiden Joko Widodo bertemu Menteri Luar Negeri AS Michael Richard Pompeo di Istana Merdeka, Minggu (5/8).

DUNIA | 5 Agustus 2018

Hawa Panas Ekstrem di Spanyol dan Portugal Capai 46 Derajat Celsius

Suhu udara di Portugal mendekati 46 derajat celsius pada Sabtu.

DUNIA | 5 Agustus 2018

Presiden Venezuela Selamat dari Serangan Drone

Presiden Venezuela Nicolas Maduro selamat dari serangan pesawat tanpa awak yang mengangkut bahan peledak, Sabtu (4/8) waktu setempat.

DUNIA | 5 Agustus 2018

Korut Belum Hentikan Program Nuklirnya

Korut melakukan perdagangan gelap untuk mendukung program nuklir.

DUNIA | 4 Agustus 2018

Kapitalisasi Pasar Apple Tembus US$ 1 Triliun

Nilai pasar saham Apple lebih besar dari kapitalisasi gabungan Exxon Mobil, Procter & Gamble dan AT&T.

DUNIA | 3 Agustus 2018

Pemerintah Saudi Perketat Pengamanan Jelang Pelaksanaan Haji

Dirjen Imigrasi Arab Saudi (Jawazat) telah membentuk pasukan khusus yang bekerja 24 jam.

DUNIA | 2 Agustus 2018

116 WNI Terjaring Razia di Arab Saudi

116 WNI yang terjaring ini sebagian besar memegang visa kerja, sisanya masuk ke Arab Saudi dengan visa umrah dan visa ziarah.

DUNIA | 1 Agustus 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS