Tiongkok Kecualikan Beberapa Barang dari Daftar Kenaikan Tarif
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Tiongkok Kecualikan Beberapa Barang dari Daftar Kenaikan Tarif

Sabtu, 14 September 2019 | 14:29 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Beijing, Beritasatu.com - Tiongkok berencana mengecualikan produk pertanian dan peternakan AS, seperti kacang kedelai dan daging babi, dari kenaikan tarif impor. Kedua negara menunjukkan itikad baik sebelum kembali ke meja negosiasi perdagangan awal Oktober nanti. AS sendiri berencana menunda kenaikan tarif untuk produk impor dari Tiongkok dari 1 Oktober 2019 jadi 15 Oktober 2019.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyambut baik rencana Presiden AS Donald Trump menundak kenaikan tarif impor selama dua pekan. Trump mengatakan penundaan tersebut atas permintaan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He dan karena Tiongkok akan merayakan HUT ke-70.

Angka kenaikan tarif tetap sama yaitu dari 25 persen jadi 30 persen. Trump akan berada di Washington untuk melakukan negosiasi awal Oktober nanti.

Sebelumnya Tiongkok menerbitkan daftar pengecualian kenaikan tarif impor dari AS yang berisi 16 jenis barang, seperti bibit udang, pakan ikan, pelumas, gemuk, larutan isoparafin, dll. Kacang kedelai dan babi akan ditambahkan dalam daftar tersebut. Tiongkok mengimpor 600.000 metrik ton kacang kedelai dari AS selama periode Oktober-Desember tahun lalu.

Presiden Trump juga mengatakan pihaknya mempertimbangkan perjanjian interim dengan Tiongkok, meskipun itu bukan pilihan utama.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hampir 4.000 Orang Ditahan Setelah Otonomi Kashmir Dicabut

Otoritas di wilayah Kashmir yang dikuasai India telah menangkap hampir 4.000 orang sejak membatalkan status khusus negara bagian itu bulan lalu.

DUNIA | 13 September 2019

Mahathir Kirim Surat ke Jokowi Terkait Kabut Asap

PM Malaysia Mahathir Mohamad akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan keprihatinannya tentang kabut asap lintas batas

DUNIA | 13 September 2019

Thailand Akan Izinkan Warga Tanam Ganja di Rumah

Warga Thailand diperbolehkan menanam enam pot ganja di halaman rumah mereka dalam rancangan aturan perundangan yang tengah diusulkan Partai Bhumjaithai.

DUNIA | 13 September 2019

Asap Karhutla, Malaysia Tidak Kirim Nota Protes

Malaysia justru mengirimkan surat berisi tawaran bantuan untuk penanggulangan karhutla kepada Pemerintah Indonesia.

DUNIA | 13 September 2019

Ungkapan Belasungkawa Dunia untuk Habibie Terus Mengalir

Ungkapan belasungkawa atas wafatnya Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, terus mengalir dari pemimpin dunia.

DUNIA | 13 September 2019

Dampak Kabut Asap, Malaysia Tuntut Indonesia Kirim Masker

Pemerintah Malaysia menuntut Indonesia mengirimkan masker wajah dan pasokan medis sebagai kompensasi atas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.

DUNIA | 13 September 2019

Polisi India Tangkap 4.000 Orang di Khasmir

Polisi India di wilayah Kashmir telah menangkap hampir 4.000 orang, sejak Pemerintah India membatalkan status khusus negara bagian itu, pada Agustus 2019.

DUNIA | 13 September 2019

Video Pertemuan Terakhir Habibie-Xanana Viral

Video pendek yang menunjukkan pertemuan terakhir Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, dengan Presiden Pertama Timor Leste, Xanana Gusmao, viral di media sosial.

DUNIA | 13 September 2019

Tiongkok-Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Strategis Permanen

Tiongkok dan Kazakhstan menyepakati perjanjian kerja sama strategis yang komprehensif dan permanen.

DUNIA | 13 September 2019

Khawatir Kabut Asap, Mahathir Akan Surati Jokowi

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dikabarkan akan menyurati Presiden RI, Joko Widodo, untuk menyampaikan keprihatinannya terkait kabut asap.

DUNIA | 13 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS