Gara-gara Brexit, Perusahaan Berusia 178 Tahun Ini Bangkrut
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Gara-gara Brexit, Perusahaan Berusia 178 Tahun Ini Bangkrut

Senin, 23 September 2019 | 16:39 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Inggris, Beritasatu.com - Perusahaan pariwisata Thomas Cook menyatakan bangkrut, Minggu malam (22/9/2019), setelah negosiasi dengan perbankan untuk menyelamatkan perusahaan gagal. Akibatnya, 150.000 turis Inggris terancam tidak bisa pulang dan 22.000 orang karyawan terancam kehilangan pekerjaan.

Perusahaan berusia 178 tahun itu telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS. Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris mengatakan bahwa operator perjalanan wisata tersebut telah berhenti melakukan transaksi mulai hari ini, Senin (23/9/2019).

Pemerintah Inggris telah menyiapkan 45 pesawat untuk memulangkan para pelancong. Operasi repatriasi ini adalah yang terbesar dalam sejarah penerbangan Inggris. Pada tahun 2017, Pemerintah Inggris juga harus turun tangan memulangkan warganya setelah Monarch Airlines bangkrut. Namun, saat itu jumlahnya hanya setengah dari 150.000 pelanggan Thomas Cook yang harus dipulangkan. Bagi pelanggan yang memiliki asuransi dari Air Travel Organiser's License (ATOL), biaya hotel akan dibayarkan oleh ATOL.

CEO Thomas Cook, Peter Fankhauser, meminta maaf kepada seluruh konsumen, karyawan, supplier dan rekanan. "Hari ini adalah hari yang sangat sedih bagi perusahaan yang memprakarsai paket liburan dan memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia untuk berpergian," kata dia.

Bangkrutnya perusahaan ikonik Inggris ini terasa hingga di pasar modal Asia. Saham perusahaan travel Fosun Tourism di bursa Hong Kong terkoreksi 5 persen. Menurut data Refinitiv, pendiri Fosun International, induk dari Fosun Tourism, Guo Guangchang adalah pemilik saham terbesar Thomas Cook.

Saham Thomas Cook terjun bebas 96 persen sejak Mei 2018. Perusahaan telah meminta dana talangan 250 juta pound sterling kepada pemerintah tetapi ditolak karena utang yang terlalu besar dan bisnis model yang berisiko.

Pada Agustus lalu, Thomas Cook mendapatkan komitmen dana pinjaman sebesar 900 juta pounds yang dipimpin Tosun, pemilik saham terbesar Thomas Cook. Namun, bank-bank pemberi pinjaman meminta Thomas Cook menambah dana cadangan sebanyak 200 juta pounds. Pada hari Minggu (22/9/2019), Thomas Cook mencoba bernegosiasi dengan perbankan untuk mendapatkan tambahan dana pinjaman tetapi gagal menemukan titik temu, hingga akhirnya menyatakan bangkrut.

Perusahaan menyalahkan beberapa isu seperti instabilitas politik di negara tujuan pariwisata, contohnya Turki, gelombang panas yang berkepanjangan, hingga isu Brexit yang membuat turis menunda perjalanan. Persaingan usaha yang ketat juga membuat perusahaan akhirnya merugi. Kini, orang-orang sudah bisa merencanakan liburan mereka sendiri dengan mudah tanpa bantuan perusahaan travel. Thomas Cook rugi 1,5 miliar pound sterling pada semester pertama 2019.



Sumber:BBC, Guardian


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Modi Sebut Trump "Negosiator Top"

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, menyebut Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sebagai “negosiator top” yang memiliki “seni melobi”.

DUNIA | 23 September 2019

Jelang HUT ke-70 RRT, Hong Kong Hindari Kekerasan terhadap Demonstran

Otoritas Hong Kong cenderung menahan diri dan berusaha menghindari kekerasan terhadap demontran pro-demokrasi,

DUNIA | 23 September 2019

Trump Dampingi Modi Hadiri Diaspora India

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendampingi Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, dalam acara Diaspora India-AS bertajuk “Howdy, Modi!”.

DUNIA | 23 September 2019

Demonstran Hong Kong Kembali Lakukan Vandalisme

Demonstran pro demokrasi Hong Kong, kembali melakukan vandalisme di stasiun kereta api bawah tanah dan pusat perbelanjaan, saat aksi unjuk rasa.

DUNIA | 23 September 2019

Diancam Saudi, Iran Siap Hadapi Agresi Militer

Garda Revolusi Iran siap mempertahankan keamanan dan kedaulatan negara, serta akan menghancurkan setiap penyerang yang melakukan agresi militer ke negara itu.

DUNIA | 23 September 2019

Pasien Terdampak Kabut Asap di Malaysia Naik 40%

Jumlah pasien yang terdampak kabut asap di Malaysia meningkat hingga 40% dalam dua pekan terakhir.

DUNIA | 23 September 2019

Amfibi Terbesar Ditemukan di Museum London

Amfibi yang terbesar di planet bumi kemungkinan adalah salamander Tiongkok Selatan.

DUNIA | 23 September 2019

Lindungi Saudi dan UEA, AS Kirim Bantuan Militer

Amerika Serikat (AS) mengirim lebih banyak pasukan dan pertahanan udara untuk melindungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA)

DUNIA | 23 September 2019

Wapres Akan Hadiri Sidang Umum PBB

Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menghadiri Sidang Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, AS.

DUNIA | 22 September 2019

Pemerintah Suriah Temukan Perlengkapan Buatan Israel di Quneitra

Pemerintah Suriah menemukan senjata, amunisi, bahan pangan dan kendaraan buatan Israel yang ditinggalkan gerilyawan di Desa Briqah di pinggir selatan Quneitra.

DUNIA | 22 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS