Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang

Rabu, 27 Mei 2020 | 07:35 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Untuk pertama kalinya, Presiden AS Donald Trump mendapatkan peringatan dari Twitter soal cuitannya yang memiliki konten tidak benar.

Dalam tweetnya, Trump mengatakan pemungutan suara lewat surat adalah bentuk kecurangan dalam pemilu, Kotak surat akan dirampok, surat suara akan dipalsukan dan dicetak dan ditandatangani secara ilegal. Gubernur California sedang mengirimkan jutaan surat suara, dan semua warga AS, terlepas dari siapa mereka dan bagaimana mereka bisa tinggal di AS, akan mendapatkannya. Lalu akan ada orang-orang profesional yang menyuruh mereka untuk memilih siapa.

Twitter memberikan peringatan "Get the facts about mail-in ballots" dalam tweet Trump tersebut. Ketika diklik, pengguna akan diarahkan ke situs yang mengatakan klaim Trump tersebut tidak berdasar. Pengecekan fakta dilakukan oleh CNN, Washington Post, dan media kredibel lainnya.

Juru bicara Twitter mengatakan cuitan Presiden Trump berpotensi memiliki informasi yang tidak benar terkait proses voting dan sengaja diberikan label cek fakta untuk memberikan konteks bagi pembaca.

Trump pun meradang setelah cuitannya diberi tanda peringatan hoax. Lewat akun Twitternya, dia mengatakan Twitter telah campur tangan dalam Pilpres 2020.

"Twitter membatasi kebebasan berpendapat, dan saya sebagai Presiden, tidak akan membiarkan ini terjadi," cuitnya.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

WHO Bantah Penelitian Perokok Sulit Terinfeksi Covid-19

WHO membantah hasil penelitian yang mengklaim perokok sulit atau lebih sedikit terinfeksi virus corona (Covid-19) dibandingkan perokok pasif.

DUNIA | 26 Mei 2020

Dokter Penguji Vaksin Covid-19 di Moderna Sebut Injeksi Siap 2020

Atlanta's Emory University adalah salah satu situs yang menguji kandidat vaksin Covid-19 dari Moderna, yang pada bulan Maret memulai uji coba klinis pertama AS.

DUNIA | 26 Mei 2020

Langgar Karantina Covid-19, Pria Korsel Dipenjara 4 Bulan

Otoritas Korsel sedang meningkatkan langkah untuk mencegah berulangnya kembali wabah Covid-19.

DUNIA | 26 Mei 2020

46 dari 58 WNI Terinfeksi di Kuwait Berprofesi Perawat

WNI yang posetif Covid-19 di Kuwait Perawat.

DUNIA | 26 Mei 2020

Pandemi Covid-19 Mengubah Tradisi Idulfitri Muslim India

Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengubah tradisi Idulfitri bagi umat Muslim India.

DUNIA | 26 Mei 2020

Tampilkan Nama Korban Meninggal Covid-19 AS, New York Times Dipuji Warganet

New York Times menuai pujian dari warganet, terkait edisi khusus yang menampilkan nama para korban meninggal akibat wabah Covid-19 di Amerika Serikat.

DUNIA | 26 Mei 2020

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bangladesh Izinkan Salat Id di 300.000 Masjid

Pemerintah Bangladesh mengizinkan pelaksanaan salat Id berjemaah di sekitar 300.000 masjid yang tersebar, di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 26 Mei 2020

Kekurangan APD, Tenaga Medis di Spanyol Gelar Unjuk Rasa

Kalangan tenaga medis menyatakan, mereka merasa kelelahan dan mengeluhkan kekurangan staf serta kurangnya peralatan pelindung.

DUNIA | 26 Mei 2020

Positif Covid-19, Seorang WNI Perawat Meninggal Dunia di Kuwait

Nanang Suyono (42) yang berprofesi sebagai perawat di Kuwait mengembuskan napas terakhir pada Senin (25/5/2020) dini hari waktu setempat.

DUNIA | 25 Mei 2020

33 Perusahaan Masuk Daftar Hitam, Tiongkok Kecam Keras AS

Tiongkok sendiri enggan membuat “daftar hitam” versi mereka karena masih ingin memberi “ruang bernapas” bagi hubungan dua negara.

DUNIA | 25 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS