Facebook Tidak "Sensor" Unggahan Trump atas Kerusuhan Minneapolis
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Media Sosial dan Kebebasan Berpendapat Politik

Facebook Tidak "Sensor" Unggahan Trump atas Kerusuhan Minneapolis

Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:54 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

California, Beritasatu.com - CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan unggahan Presiden Donald Trump yang mengatakan "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai" tidak melanggar peraturan Facebook terkait ujaran kebencian. Meskipun Zuckerberg tidak mendukung pernyataan Trump, tetapi Facebook tidak akan mencabut unggahan kontroversial tersebut.

"Secara pribadi, saya memiliki reaksi negatif terhadap pernyataan yang memecah belah dan memanaskan suasana. Tetapi saya juga memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin sebuah institusi yang mendukung kebebasan berpendapat," kata Zuckerberg.

"Saya tidak setuju dengan ucapan presiden tentang ini, tetapi saya percaya, masyarakat luas seharusnya bisa melihat sendiri karena pada akhirnya, orang-orang yang berkuasa hanya bisa dimintai pertanggungjawaban jika ucapan mereka bisa kita awasi secara terbuka," lanjutnya.

Sebelumnya Zuckerberg mengatakan tidak akan menyensor pidato politik di platformnya karena merupakan ranah yang sensitif. Panduan sensor Facebook hanya untuk unggahan yang bisa melukai diri sendiri atau orang lain.

Salah seorang pengguna Facebook berkomentar dengan mengutip pernyataan terkenal dari Spider-Man, "Mark, Anda adalah orang yang pintar tetapi tidak melakukan hal yang benar. Dengan kekuatan yang besar, maka Anda memiliki tanggung jawab yang besar (With great power come great responsibility)".

Baca juga:Kisruh Twitter, Trump Serang Balik Medsos yang Batasi Kebebasan Berpendapat

Di tengah-tengah "perang" Trump dengan media sosial yang dia anggap membatasi kebebasan berpendapat, Trump kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial di Facebook dan Twitter.

Pada hari Kamis, Trump memberikan respon atas kerusuhan di Minneapolis akibat tewasnya seorang pria kulit hitam bernama George Floyd di tangan Kepolisian Minneapolis.Kota Minneapolis di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat, dilanda kerusuhan hingga hari keempat, Jumat (29/5/2020).

Melalui Twitter dan Facebook, Trump mengatakan, "Para PREMAN ini tidak menghormati mendiang George Floyd, dan saya tidak akan membiarkannya terjadi. Saya baru saja bicara dengan Gubernur Tim Walz dan menyampaikan padanya militer akan selalu bersamanya. Jika ada masalah, kami akan merebut kendali, dan ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!"

Donald Trump

Baca juga:Minneapolis Membara, Wali Kota Ribut dengan Trump

George Floyd (46) tewas karena lehernya ditindih dengan lutut oleh seorang polisi hingga tidak bisa bernapas selama beberapa menit. Floyd ditangkap karena diduga membayar kasir dengan uang palsu US$ 20.

Dalam video, tiga orang polisi menindih George Floyd, 46, yang tengkurap di atas aspal dengan tangan diborgol sambil berulangkali mengeluh: “Saya tidak bisa bernapas Bung, tolong biarkan saya berdiri.”

Penangkapan yang tidak berperikemanusiaan karena mengabaikan permintaan tolong Floyd membuat geram warga AS, terutama kulit hitam yang sering menjadi sasaran kebrutalan polisi dan racial profiling (menjadi target polisi karena warna kulit).

Sejumlah tokoh masyarakat, mulai dari influencer di media sosial hingga atlet mengecam tindakan polisi. Bintang NBA LeBron James memprotes lewat Instagram dengan mengenakan kaus bertuliskan "I Cant Breathe". Hingga saat ini tagar #GeorgeFloyd di Instagram sudah memiliki lebih dari 400.000 posts, sementara #blacklives matter lebih dari 9 juta posts.

Sikap Twitter
Berbeda dengan Facebook, Twitter menutupi tweet Trump dengan sebuah peringatan. "Cuitan ini melanggar aturan Twitter soal mengagungkan kekerasan. Namun, Twitter memutuskan cuitan ini mungkin mewakili kepentingan publik sehingga tetap bisa diakses," bunyi pemberitahuan tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Twitter menjelaskan bahwa keputusan itu diambil "berdasarkan konteks historis kalimat terakhir dalam kaitannya dengan tindak kekerasan dan risiko bisa memicu tindakan serupa di era sekarang.”

Sikap Twitter atas unggahan politik di platformnya lebih tegas daripada Facebook. Selain melarang iklan politik, Twitter juga berani melabeli tweet Trump dengan peringatan "cek fakta dulu". Hal ini membuat Trump geram hingga dirinya mengeluarkan perintah eksekutif untuk menjatuhkan perusahaan media sosial yang "menyensor" kebebasan berpendapat.

Baca juga:Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang




Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Awal Juni, Penerbangan Tiongkok-Singapura Dibuka Lagi

Jalur yang dibuka masih terbatas pada enam provinsi Tiongkok: Shanghai, Tianjin, Chongqing, Guangdong, Jiangsu, dan Zhejiang.

DUNIA | 30 Mei 2020

Amerika Putus Hubungan dengan WHO

Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Trump untuk “menghukum” Tiongkok yang menurutnya terlalu mendominasi WHO.

DUNIA | 30 Mei 2020

Minneapolis Membara, Wali Kota Ribut dengan Trump

Video terbaru dari peristiwa tragis Senin (25/5/2020) itu mengungkap bahwa tiga orang polisi menindih George Floyd, 46.

DUNIA | 30 Mei 2020

Demonstran Bakar Kantor Polisi di Minneapolis, Wartawan Ditahan

Para pendemo melakukan aksi pembakaran kantor polisi di Minneapolis, Kamis (28/5/2020) malam waktu setempat.

DUNIA | 29 Mei 2020

Kepala Kepolisian Minneapolis Meminta Maaf Kepada Keluarga George Floyd

Kepala kepolisian Kota Minneapolis, Kamis (28/5/2020) waktu setempat meminta maaf kepada keluarga George Floyd yang meninggal saat dalam penahanan.

DUNIA | 29 Mei 2020

Tewasnya George Floyd oleh Polisi Picu Penjarahan dan Pembakaran di Minneapolis

Demonstrasi damai diikuti oleh aksi pembakaran, penjarahan dan vandalisme di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5/2020) waktu setempat.

DUNIA | 29 Mei 2020

PM Modi Bungkam Soal Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya

Perdana Menteri India, Narendra Modi, tetap bungkam dan belum memberi komentar terkait ketegangan antara pasukan militer India dan Tiongkok di Himalaya.

DUNIA | 29 Mei 2020

Ketegangan India-Tiongkok di Himalaya Dipicu Pembangunan Infrastruktur

Ketegangan antara India-Tiongkok yang meningkat di wilayah perbatasan Himalaya, Kashmir, diduga dipicu oleh pembangunan infrastruktur.

DUNIA | 29 Mei 2020

Status Unik Hong Kong Terancam Hilang

Status unik Hong Kong sebagai negara otonomi khusus terancam hilang setelah Parlemen Tiongkok, Kongres Nasional Rakyat (NPC), mendukung RUU Keamanan Nasional

DUNIA | 29 Mei 2020

India dan Tiongkok Kirim Ribuan Tentara ke Himalaya

India dan Tiongkok mengirimkan ribuan tentara di dekat Ladakh dan Sikkim, Himalaya, Kashmir, seiring dengan sengketa perbatasan yang semakin memanas.

DUNIA | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS