Protokol Contact Tracing Berantakan, Amazon Dituntut Pegawainya
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Protokol Contact Tracing Berantakan, Amazon Dituntut Pegawainya

Minggu, 7 Juni 2020 | 07:45 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

New York, Beritasatu.com - Tiga pegawai Amazon menuntut perusahaan mereka karena lalai dalam menerapkan protokol kesehatan yang layak, setelah beberapa pegawainya di salah satu gudang perusahaan dinyatakan positif Covid-19.

Respons Amazon dalam menghadapi Covid-19 menuai kritik dari berbagai pihak, mulai dari karyawannya sendiri hingga politisi. Mereka menilai Amazon lamban dalam memberikan peralatan pelindung dan menerapkan protokol kesehatan untuk karyawan mereka.

CEO Amazon Jeff Bezos mengatakan pihaknya telah memberikan perlindungan yang cukup bagi karyawan mereka. Dalam keterangan resmi perusahaan, Amazon mengatakan telah menyediakan 100 juta lebih masker, 2.000 lebih tempat cuci tangan, menambah 5.700 petugas kebersihan, menyediakan 34 juta sarung tangan, 48 juta ons hand sanitizer dan 31.000 thermometer dan 1.000 lebih kamera thermal. Amazon juga menghabiskan dana US$ 85 juta atau lebih dari Rp 1 triliun untuk pengecekan keamanan dan audit lokasi di seluruh dunia.

Namun, menurut tiga pekerja yang menuntut Amazon, perusahaan itu hanya "seolah-olah mematuhi protokol kesehatan". Mereka menilai Amazon tidak melakukan contact tracing dengan baik. Dalam tuntutan yang diajukan ke US District Court di New York, disebutkan terdapat beberapa kasus Covid-19 di gudang tempat mereka bekerja di Staten Island karena Amazon mengabaikan contact tracing. Tuntutan juga mengatakan Amazon dengan sengaja menutupi identitas karyawan yang positif Covid-19.

Para pekerja ini tidak menuntut uang ganti rugi, tetapi meminta pengadilan memaksa Amazon untuk mengikuti standard kesehatan publik.

Selama ini, contact tracing di Amazon dilakukan dengan memantau pergerakan karyawannya yang positif Covid-19 CCTV. Lalu, perusahaan akan mengabari siapa saja yang kontak dengan karyawan yang positif Covid-19 dan meminta mereka mengkarantina diri. Sementara menurut peraturan CDC, perusahaan direkomendasikan mewawancara karyawannya, selain memantau lewat CCTV, supaya mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Tuntutan dari karyawan juga meminta Amazon mengontrak pihak ketiga untuk melakukan contact tracing.



Sumber:CNBC.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gelombang Demonstrasi Black Lives Matter di AS dan Seluruh Dunia Terus Berlangsung

Tidak hanya di AS, demonstrasi Black Lives Matter juga terjadi di seluruh dunia, mulai dari Eropa hingga Australia.

DUNIA | 7 Juni 2020

Biden Resmi Penantang Trump, Unggul di Jajak Pendapat

Menurut jajak pendapat CNN, Biden mendapat dukungan 51% pemilih terdaftar, sementara Trump hanya 41%.

DUNIA | 7 Juni 2020

Tiongkok Siap Buka Kembali Bioskop

Interstellar kemungkinan merupakan salah satu judul film Hollywood yang akan beredar di layar bioskop pada masa awal pembukaan kembali.

DUNIA | 6 Juni 2020

Amerika Rusuh, Tiongkok: "Pemandangan yang Indah!"

Kerusuhan di AS memberi amunisi bagi Beijing untuk menyerang balik Washington.

DUNIA | 6 Juni 2020

Ikuti Jejak Trump, Brasil Ancam Keluar dari WHO

Kasus yang dikonfirmasi Covid-19 meningkat melebihi 600.000 dengan 1.437 kematian dalam waktu 24 jam terakhir.

DUNIA | 6 Juni 2020

WHO Perbarui Panduan Penggunaan Masker di Area Publik

Panduannya terbaru itu didorong bukti penelitian dalam beberapa minggu terakhir.

DUNIA | 6 Juni 2020

Untuk Keenam Kali Spanyol Perpanjang Status Darurat Covid-19

Untuk keenam kalinya Parlemen Spanyol memperpanjang status darurat pandemi virus corona (Covid-19) di negara itu.

DUNIA | 5 Juni 2020

Kematian Covid-19 Tembus 30.000, Brasil Berniat Buka Bisnis

Meski mencatat rekor kematian akibat pandemi virus corona (Covid-19) lebih dari 30.000 orang, Brasil tetap berniat membuka kembali kegiatan bisnis.

DUNIA | 5 Juni 2020

Menhan India: Tentara Tiongkok dalam Jumlah Besar Masuki Perbatasan Himalaya

Menteri Pertahanan (Menpan) India, Rajnath Singh, mengatakan tentara Tiongkok dalam jumlah besar telah memasuki Garis Kontrol Aktual (LAC).

DUNIA | 5 Juni 2020

Gara-Gara Brexit, Hampir 15.000 Warga Inggris Pindah Jadi WN Jerman

Biro Statistik Federal Jerman, melaporkan sepanjang 2019, hampir 15.000 warga negara Inggris yang pindah menjadi warga negara Jerman.

DUNIA | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS