Ini Harga Remdesivir, Obat Darurat untuk Pasien Covid-19 di AS
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Ini Harga Remdesivir, Obat Darurat untuk Pasien Covid-19 di AS

Senin, 29 Juni 2020 | 21:30 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Beritasatu.com - Gilead Sciences mengumumkan harga untuk remdesivir, obat yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 di Amerika Serikat. Remdesivir bukan obat ampuh terhadap Covid-19, tetapi uji klinis menunjukkan pasien pulih lebih cepat dengan obat ini sehingga obat ini mendapatkan izin darurat dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS.

Obat ini mempunyai dua harga berbeda, satu untuk pasien dengan asuransi pemerintah dan satu lagi untuk pasien dengan asuransi swasta. Untuk satu botol kecil, Gilead menjual kepada pemerintahan "negara maju" dengan harga US$ 320 per botol kecil (Rp 4,6 juta), sedangkan untuk perusahaan asuransi swasta AS, harganya US$ 520 per botol kecil.

Perawatan membutuhkan waktu lima hari menggunakan enam botol kecil. Sehingga biaya perawatan untuk pasien dengan jaminan kesehatan pemerintah membutuhkan biaya US$ 2.340 per pasien dan US$ 3.120 untuk pasien asuransi swasta.

Baca juga: Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

CEO Gilead Daniel O'Day juga mengatakan bahwa harga obat itu dijual di harga termurah untuk negara maju demi menghindari negosiasi harga berkepanjangan yang dapat memperlambat akses masyarakat ke obat itu.

Gilead juga telah bekerja sama dengan produsen obat generik supaya obat ini bisa tersedia dengan harga yang jauh lebih murah di negara-negara berkembang.

"Apakah Anda dilindungi asuransi swasta atau pemerintah, apakah Anda mendapatkan proteksi Covid-19 atau tidak, tidak akan ada masalah mengakses remdesivir," kata dia kepada CNBC.

Dia juga mengatakan keputusan soal harga diambil dengan hati-hati karena obat ini benar-benar baru. O'day mengatakan keputusan harga diambil berdasarkan niat membantu pasien sebanyak dan secepat mungkin dan dalam cara yang bertanggung jawab.

Harga saham Gilead Sciences Inc di pasar modal AS naik 2,33 persen ke US$ 76,3 per lembar.

Baca juga: Kabar Baik! Obat Covid-19 Remdesivir Akan Diproduksi untuk 127 Negara

Pada bulan Mei, pemerintah AS mengeluarkan izin darurat untuk menggunakan obat ini pada pasien Covid-19. Obat ini diklaim membantu mempersingkat waktu pemulihan beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Uji coba membandingkan pasien yang diobati selama lima hari dan 10 hari dengan remdesivir plus perawatan standard, dengan pasien dengan perawatan standard saja. Hasilnya pasien remdesivir dengan dosis lima hari memiliki peluang 65 persen lebih besar untuk membaik kondisinya di hari ke-11, dibandingkan dengan pasien yang dirawat dengan perawatan standard.

Kementerian Kesehatan dan Kemanusiaan AS mengatakan telah mendapatkan persediaan remdesivir untuk 500.000 dosis, yang akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit di AS mulai September.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gedung Bursa Efek Pakistan Diserang, Lima Tewas

Empat pelaku serangan juga tewas di lokasi oleh aparat keamanan.

DUNIA | 29 Juni 2020

Obat Tradisional Covid-19 Ini Terinspirasi Buku Berusia 1.800 Tahun

Penjualan kapsul Lianhua Qingwen naik hampir dua kali lipat pada kuartal pertama tahun ini.

DUNIA | 29 Juni 2020

Tiongkok Uji Calon Vaksin Covid-19 ke Manusia, Hasilnya Menggembirakan

Perusahaan dan peneliti Tiongkok diizinkan menguji delapan kandidat vaksin pada manusia di negaranya dan di luar negeri.

DUNIA | 29 Juni 2020

Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia

AS menyumbang lebih 20 persen dari total kematian yang dilaporkan akibat Covid-19, atau paling banyak di dunia.

DUNIA | 29 Juni 2020

CNN: Rusia Janjikan Taliban Uang untuk Nyawa Tentara Amerika

Kedutaan Rusia di Washington DC mengecam keras “tuduhan tanpa dasar" oleh media Amerika.

DUNIA | 29 Juni 2020

Rolling Stones Peringatkan Trump Tidak Gunakan Lagu Mereka dalam Kampanye

Sebelumnya Trump pada minggu lalu menggunakan lagu Rolling Stone berjudul “You Can’t Always Get What You Want” di Tulsa, Oklahoma.

DUNIA | 28 Juni 2020

Sampai Hari Ini 222 Jenazah Pekerja Migran Dipulangkan ke Indonesia

Para pekerja migran Indonesia yang meninggal ini disebabkan berbagai masalah.

DUNIA | 28 Juni 2020

Diduga Terinfeksi Covid-19, 300 Pengunjung Klub Malam di Swiss Dikarantina

Lima orang lainnya yang berada di klub bersama pria itu juga telah dinyatakan positif.

DUNIA | 28 Juni 2020

Pertemuan Global Penggalangan Dana Covid-19 Hasilkan Rp 99 Triliun

Mayoritas peserta menekankan bahwa vaksin harus tersedia untuk siapa pun yang membutuhkan.

DUNIA | 28 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Lampaui 10 Juta, di AS 45.000 Orang Terinfeksi Sehari

AS melaporkan lebih 45.000 kasus corona pada Jumat (26/6/2020), peningkatan rekor harian, sehingga total kasus menjadi lebih 2,594 juta kasus.

DUNIA | 28 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS