Jika Terpilih, Joe Biden Janjikan Anggaran Buy America US$ 700 Miliar
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Jika Terpilih, Joe Biden Janjikan Anggaran Buy America US$ 700 Miliar

Jumat, 10 Juli 2020 | 06:49 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden menjanjikan alokasi anggaran sebesar US$ 700 miliar (Rp 10.000 triliun) untuk industri manufaktur dan teknologi AS.

Program Buy America akan mengalokasikan US$ 400 miliar selama empat tahun untuk belanja produk-produk dan jasa buatan AS, ditambah alokasi US$ 300 miliar untuk riset dan pengembangan teknologi AS.

Biden juga berjanji akan memperkuat daya tawar buruh dan mencabut program Partai Republik yang memberikan keringanan pajak untuk perusahaan AS yang memindahkan tenaga kerja ke luar negeri.

"Ini adalah mobilisasi investasi publik terbesar di bidang penyediaan barang dan jasa, infrastruktur, dan riset sejak Perang Dunia II," kata penasihat senior tim Biden, Jake Sullivan, kepada kantor berita AP.

Keberpihakan Biden kepada buruh dan sektor manufaktur dirancang untuk menggaet kembali suara kelas pekerja yang empat tahun lalu mendukung Presiden Donald Trump.

Biden juga akan menyiapkan rencana pembangunan energi untuk memerangi krisis perubahan iklim, dan kebijakan caring economy, di mana biaya perawatan anak dan lansia akan dibuat lebih terjangkau. Kebijakan Biden juga akan diarahkan untuk pemulihan ekonomi secepatnya akibat resesi dari pandemi Covid-19. Terkait isu rasial, Biden akan memperbaiki kesenjangan sistemik yang terjadi karena diskriminasi warna kulit.

"Kita harus membangun kembali, bukan hanya ke masa sebelumnya (Covid-19), tetapi ke masa yang lebih baik dari sebelumnya," kaya Biden kepada Persaudaraan Internasional Pekerja Elektrik, Rabu (8/7/2020).

Biden juga mengkritik kebijakan tarif yang mengisolasi AS, kebijakan pajak yang memperkaya perusahaan multinasional, dan tenaga kerja asing yang meningkat di masa kepemimpinan Trump.

Kubu Republikan menyerang Biden dengan menyebut mantan Wakil Presiden AS di masa Barack Obama itu sebagai alat politik sayap kiri, dan turut berpartisipasi dalam kebijakan perdagangan yang merugikan buruh AS. Biden juga dianggap lemah terhadap Tiongkok.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas

Wali Kota sempat dilaporkan ke polisi atas tuduhan pidana sehari sebelum pergi dari rumah.

DUNIA | 10 Juli 2020

Wali Kota Seoul Hilang, Polisi Dikerahkan

Laporan orang hilang tersebut dibuat oleh putri wali kota kepada kepolisian setempat.

DUNIA | 9 Juli 2020

Propaganda Terorisme Bisa Semakin Intensif di Era Covid-19

Situasi pandemi mengharuskan orang lebih terisolasi dan berinteraksi secara daring, sehingga menjadi peluang lebih besar bagi kelompok teroris untuk mengintensifkan propaganda mereka yang sering kali disampaikan lewat media sosial.

DUNIA | 9 Juli 2020

Dibuka Kembali untuk Pelancong, Dubai Optimistis Pariwisata Rebound

Dubai memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah hal paling penting.

DUNIA | 9 Juli 2020

Positif Covid-19, Presiden Brasil Merasa Baik-baik Saja

Dengan 1,6 juta kasus yang dikonfirmasi, Brasil memiliki wabah corona terburuk di luar Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 9 Juli 2020

Pakar AS: Tidak Ada Bukti yang Sebutkan Anak Pemicu Infeksi Covid-19

Namun hal itu kemungkinan karena AS belum melakukan tes lebih banyak pada anak.

DUNIA | 9 Juli 2020

Hari Ini Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 12 Juta

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan jumlah 3.114.576.

DUNIA | 8 Juli 2020

Direktur FBI: Tiongkok “Ancaman Terbesar” Amerika

Menurut FBI, setiap 10 jam ada satu kasus kontra-intelijen baru terkait Tiongkok di Amerika.

DUNIA | 8 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Texas Tembus 10.000 Per Hari

Negara bagian Texas, Amerika Serikat mencatat 10.000 kasus Covid-19 dalam sehari. Angka ini merupakan rekor harian terbesar.

DUNIA | 8 Juli 2020

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Dinyatakan Positif

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19 pada hari Selasa (7/7/2020) waktu setempat.

DUNIA | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS