Bill Gates Optimistis Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Berkurang Akhir Tahun
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Bill Gates Optimistis Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Berkurang Akhir Tahun

Rabu, 29 Juli 2020 | 09:59 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Beritasatu.com - Pendiri Microsoft dan filantropis, Bill Gates, mengatakan perkembangan obat-obatan terapi bisa mengurangi tingkat kematian akibat Covid-19. Di sisi lain, Gates juga mengkritik pengetesan Covid-19 yang terlalu lama sehingga "sia-sia".

"Ada kemungkinan besar angka kematian akan berkurang secara substansial akhir tahun ini dengan kombinasi dua alat itu (pengobatan terapi dan pengobatan protektif)," kata Gates kepada CNBC, Selasa (28/7/2020).

Gates menyebut remdesivir sebagai salah satu pengobatan terapi terdepan. Remdesivir adalah obat buatan Gilead Sciences yang diklaim bisa menurunkan risiko kematian Covid-19 sebesar 62 persen dibandingkan perawatan standard.

Gates juga mengatakan ada dua antivirus yang sedang dikembangkan ilmuwan, di mana keduanya bisa dikonsumsi secara oral, bukan dengan infus seperti remdesivir.

Meski obat-obatan mampu mengurangi risiko kematian, tetapi menurut Gates, vaksin adalah penemuan terpenting dalam perang melawan Covid-19.

Beberapa perusahaan tengah mengembangkan vaksin. Perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech memulai uji coba kandidat vaksin Covid-19 tahap akhir terhadap manusia pada hari Senin waktu setempat (27/7/2020).

Selain Pfizer-BioNTech, Perusahaan obat dan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Moderna Inc mengatakan pada Minggu (26/7/2020) bahwa perusahaan telah menerima tambahan dana sebesar US$ 472 juta (Rp 6,875 triliun) dari Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Pemerintah AS (Biomedical Advanced Research and Development Authority/BARDA) untuk mendukung pengembangan vaksin virus corona.

Bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc juga menunjukkan hasil menjanjikan setelah uji klinis melibatkan 1.077 orang. Dari uji klinis tersebut, diketahui 90 persen dari responden menghasilkan antibodi terhadap virus Covid-19 setelah menerima satu dosis vaksin yang diberi nama ChAdOx1 nCoV-19 ini.

Bill Gates juga mengkritik proses pengetesan yang terlalu lama. "Seharusnya kita langsung mendapatkan hasil tes secepat mungkin supaya kita bisa mengubah cara hidup kita dan tidak menulari orang lain".

Rata-rata hasil tes keluar adalah lebih dari dua hari, tetapi terkadang mencapai seminggu baru keluar tesnya. Idealnya menurut Gates, hasil tes keluar dalam 24 jam.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Twitter Blokir Putra Donald Trump

Trump Jr mengunggah informasi menyesatkan tentang hydroxychloroquine untuk pengobatan Covid-19.

DUNIA | 29 Juli 2020

Kedubes AS Serahkan Bantuan 100 Ventilator

Ventilator yang disumbangkan pemerintah AS memiliki teknologi canggih dan sangat diminati pasar.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Kopi dan Bubble Tea Bisa Semakin Mempererat Indonesia dan Taiwan

Kopi luwak Indonesia dan kopi Mandhailing dari Sumatera menjadi produk yang tidak asing bagi orang Taiwan dan memiliki banyak penggemar.

DUNIA | 28 Juli 2020

Mantan PM Malaysia Dinyatakan Bersalah atas 7 Dakwaan Skandal 1MDB

Mantan Perdana Menteri Malaysia dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan kasus terkait skandal keuangan di lembaga investasi negara 1MDB.

DUNIA | 28 Juli 2020

Pfizer dan BioNTech Masuk Tahap Akhir Uji Vaksin Covid-19

Uji coba tahap akhir diikuti 30.000 orang berusia 18-35 tahun di 120 lokasi di seluruh dunia, di antaranya 39 negara bagian di AS.

DUNIA | 28 Juli 2020

Penasihat Trump yang Anti-Presiden Tiongkok Positif Covid-19

Trump dan O'Brien pernah berdua dalam sebuah acara di Miami dua pekan lalu.

DUNIA | 28 Juli 2020

Tiongkok Tutup Konsulat AS, Diikuti Penurunan Bendera "Stars and Stripes"

Pemerintah Tiongkok secara resmi menutup konsulat tersebut, Senin hari ini sekitar pukul 10 pagi.

DUNIA | 27 Juli 2020

Menteri Kesehatan di Meksiko Meninggal karena Covid-19

Amerika Latin menjadi kawasan yang paling parah terdampak pandemi Covid-19.

DUNIA | 27 Juli 2020

Modi: Risiko Covid-19 di India Berlanjut, Perlu Ekstra Waspada

Negara terpadat kedua di dunia itu mencatat lebih 48.000 kasus dalam 24 jam terakhir.

DUNIA | 27 Juli 2020

Moderna Raih Tambahan Rp 6,8 T dari AS untuk Pengembangan Vaksin Covid-19

Uji klinis fase 3 dimulai pada 27 Juli dan melibatkan sekitar 30.000 peserta.

DUNIA | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS