Dr Fauci: Sangat Menular, Kemungkinan Covid-19 Tidak Akan Menghilang
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Dr Fauci: Sangat Menular, Kemungkinan Covid-19 Tidak Akan Menghilang

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 19:20 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Penasihat virus corona Gedung Putih Dr Anthony Fauci pada hari Jumat (31/7/2020) mengatakan bahwa Covid-19 adalah penyakit yang sangat menular sehingga kemungkinan virus ini tidak akan pernah hilang.

"Saya tidak yakin virus ini akan menghilang karena sifatnya yang sangat menular," kata Fauci, yang juga direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), dalam rapat dengar pendapat dengan DPR AS.

Sejak mewabah tujuh bulan yang lalu, virus ini telah menjangkiti 17 juta orang lebih dan menewaskan 673.822 orang, menurut data Johns Hopkins University. AS adalah negara dengan kasus terbanyak, lebih dari 4 juta kasus dan 152.000 korban jiwa.

Pernyataan Fauci bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan virus ini akan menghilang suatu saat nanti.

Fauci mengatakan, meskipun virus ini akan selalu ada, tetapi bisa diturunkan ke level yang sangat rendah.

Dia mengatakan AS memiliki begitu banyak kasus Covid-19 karena beberapa negara bagian tidak melakukan shutdown dengan segera dan terlalu cepat membuka kembali lockdown.

Fauci juga mengatakan tidak ada jaminan akan ditemukan vaksin yang aman dan efektif melawan virus corona. Tetapi, Fauci tetap optimistis peluang itu ada.

Perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech memulai uji coba kandidat vaksin Covid-19 tahap akhir terhadap manusia pada hari Senin waktu setempat (27/7/2020).

Selain Pfizer-BioNTech, Perusahaan obat dan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Moderna Inc mengatakan pada Minggu (26/7/2020) bahwa perusahaan telah menerima tambahan dana sebesar US$ 472 juta (Rp 6,875 triliun) dari Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Pemerintah AS (Biomedical Advanced Research and Development Authority/BARDA) untuk mendukung pengembangan vaksin virus corona.

Bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc juga menunjukkan hasil menjanjikan setelah uji klinis melibatkan 1.077 orang.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ronaldinho Segera Hirup Udara Bebas

Legenda sepakbola Brasil Ronaldinho de Assis Moreira bakal segera menghirup udara bebas setelah sempat ditahan selama empat bulan.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Hong Kong Tunda Pemilu Setahun

Pemilu legislatif Hong Kong akan ditunda setahun ke 5 September 2021 untuk menghindari penyebaran Covid-19.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Dianggap Ancaman Keamanan, Trump Larang TikTok di AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dia akan melarang aplikasi video pendek TikTok beroperasi di AS.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Trump Bakal Larang TikTok di AS

Pemerintah Amerika Serikat mencurigai TikTok sebagai "kuda troya" yang digunakan Pemerintah Tiongkok untuk memata-matai AS.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Perempuan Pekerja Garmen di Bangladesh Ingin Nasib Lebih Baik

Bangladesh tercatat sebagai pemasok pakaian ke negara Barat yang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

DUNIA | 1 Agustus 2020

CDC dan Pentagon yang Berwenang Mendistribusi Vaksin di AS

"CDC akan tetap bertugas melacak pihak mana pun, efek yang muncul pasca-vaksinasi dan beberapa komunikasi melalui hubungan negara."

DUNIA | 1 Agustus 2020

Istri Konjen AS di Chengdu Dikritik Warganet

Seorang warganet menyebut Tzu-I “munafik dan egois.” Ia mengatakan, “Bisakah kamu berpura-pura lebih munafik lagi? Tanyakan apa yang dilakukan AS lebih dulu.”

DUNIA | 1 Agustus 2020

Industri Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan

“Saya sedang mencari sepeda tertentu dan telah memberi diri saya satu bulan untuk membeli satu, tetapi itu tidak tersedia di mana saja,” katanya.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Sanofi-GSK Capai Kesepakatan Vaksin Covid-19 dengan AS dan Eropa

Pemerintah AS memiliki opsi lebih lanjut untuk mendapat tambahan 500 juta dosis untuk jangka panjang.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Inggris Menderita Ekses Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa

Analisa dari ONS mengonfirmasi posisi Inggris sebagai salah satu negara yang terpukul parah akibat pandemi.

DUNIA | 1 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS