Rusia Ingin Trump Jadi Presiden AS, Tiongkok dan Iran Ingin Biden
INDEX

BISNIS-27 434.406 (2.91)   |   COMPOSITE 4934.09 (24.32)   |   DBX 924.804 (3.35)   |   I-GRADE 130.838 (0.66)   |   IDX30 413.425 (2.21)   |   IDX80 108.094 (0.58)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.48)   |   IDXG30 115.379 (0.91)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.23)   |   IDXQ30 120.916 (0.76)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.6)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.81)   |   IDXV30 102.468 (0.76)   |   INFOBANK15 776.883 (5.2)   |   Investor33 360.093 (2.24)   |   ISSI 144.765 (0.71)   |   JII 523.909 (2.17)   |   JII70 177.568 (0.8)   |   KOMPAS100 966.07 (5.49)   |   LQ45 756.376 (4.46)   |   MBX 1366.8 (7)   |   MNC36 270.277 (1.41)   |   PEFINDO25 258.891 (1.95)   |   SMInfra18 233.321 (0.85)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.52)   |  

Rusia Ingin Trump Jadi Presiden AS, Tiongkok dan Iran Ingin Biden

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 07:31 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Rusia berusaha menjatuhkan kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, sementara Tiongkok dan Iran tidak ingin Presiden Donald Trump memenangkan Pilpres AS November nanti. Demikian menurut analisis William Evanina, direktur National Counterintelligence and Security Center AS, Jumat (7/8/2020).

"Kami sangat khawatir akan aktivitas Tiongkok, Rusia, dan Iran saat ini dan yang akan datang," kata Evanina.

Dia mengatakan negara asing akan terus menggunakan operasi terselubung dan terbuka untuk menggerakkan preferensi dan perspektif pemilih AS, mengarahkan kebijakan AS, memecah belas AS, dan menjatuhkan kepercayaan publik akan proses demokrasi.

"Tindakan asing untuk mempengaruhi atau mencampuri pemilu adalah ancaman langsung terhadap demokrasi," lanjutnya.

Menurut Evanina, Beijing tidak ingin Trump menang karena dia tidak dapat ditebak.

"Tiongkok selama ini mengembangkan pengaruhnya menjelang Pilpres November 2020 untuk membentuk arah kebijakan di AS, menekan tokoh politik yang dianggap berseberangan dengan kepentingan Tiongkok, dan menepis kritik-kritik tentang Tiongkok," kata dia.

Terkait Rusia, Evanina mengatakan Kremlin melihat mantan Wakil Presiden AS Biden sebagai kelompok anti-Rusia. Rusia disebut menyebarkan isu korupsi untuk menjatuhkan Biden dan Partai Demokrat.

"Beberapa aktor politik dari Kremlin juga ingin meningkatkan pencalonan Trump di media sosial dan televisi Rusia," kata dia.

Sementara Iran dinilai ingin menjatuhkan institusi demokrasi AS, Presiden Trump dan memecah belah AS menjelang pemilu. Iran kemungkinan memfokuskan operasi mereka melalui disinformasi di media sosial dan menyebarkan konten anti-Amerika. Evanina mengatakan jika Trump menang maka tekanan dari AS terhadap Iran akan berlanjut dan Iran tidak menginginkan hal itu.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus WNI Terinfeksi Covid-19 Bertambah dari Ethiopia

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri menjadi 1.279 orang hingga Jumat (7/8/2020).

DUNIA | 7 Agustus 2020

Menlu: KBRI Beirut Dampingi Pemulihan 1 WNI Korban Ledakan

Jumlah WNI di Lebanon sekitar 1.447 orang terdiri dari 1.234 kontingen Garuda dan 213 WNI sipil termasuk mahasiswa.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Pertama Kalinya, Taman di Kastil Windsor Dibuka untuk Umum

Setelah lebih dari 40 tahun, taman East Terrace Garden di Kastil Windsor akan dibuka untuk umum.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Wow! Ekspor Tiongkok Juli Naik 7,2% karena Permintaan Produk Medis

Angka ini jauh lebih baik dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yakni ekspor dalam turun 0,2 persen dari tahun lalu.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Ledakan di Beirut Berasal dari Amonium Nitrat, Apa Itu?

Ledakan yang terjadi di Pelabuhan Kota Beirut, Lebanon berasal dari zat kimia amonium nitrat.

DUNIA | 6 Agustus 2020

Peringatan 75 Tahun Serangan Bom Hiroshima Tidak Libatkan Publik

Acara lainnya termasuk pertemuan untuk mengapungkan lentera di sepanjang Sungai Motoyasu, telah dibatalkan karena lonjakan kasus virus corona di sebagian Jepang

DUNIA | 7 Agustus 2020

Kampanye Biden Akan Belanjakan Rp 4 Triliun

Dari anggaran US$ 280 juta, kampanye Biden dibagi menjadi US$ 220 juta (Rp 3,2 triliun) untuk siaran TV dan U$ 60 juta (Rp 875 miliar) untuk iklan digital.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Warga Beirut Luapkan Kemarahan pada Penguasa

“Saya sudah tahu sepanjang waktu kami dipimpin orang-orang tidak kompeten, pemerintah tidak kompeten. Apa yang mereka lakukan saat ini benar-benar kejahatan."

DUNIA | 7 Agustus 2020

AS Bayar Rp 14,5 Triliun untuk Vaksin J&J

Kontrak terakhir dihargai sekitar US$ 10 per dosis vaksin yang diproduksi oleh J&J, atau sekitar US$ 14,50 (Rp 210.426) per dosis.

DUNIA | 7 Agustus 2020

Vietnam Ubah Stadium Da Nang Jadi RS Darurat

Langkah Vietnam menerapkan pelacakan kontak yang agresif, pengujian ditargetkan, dan karantina ketat telah membantu untuk menekan penularan awal Covid-19.

DUNIA | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS