Pemerintah AS Berikan Tunjangan Pengangguran US$ 400 Per Orang
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0)   |   COMPOSITE 5144.05 (0)   |   DBX 982.653 (0)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 430.883 (0)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 842.759 (0)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.265 (0)   |   JII 550.5 (0)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1026.39 (0)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1420.94 (0)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 284.937 (0)   |   SMInfra18 242.709 (0)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0)   |  

Pemerintah AS Berikan Tunjangan Pengangguran US$ 400 Per Orang

Minggu, 9 Agustus 2020 | 07:42 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Warga AS yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi Covid-19 berhak mendapatkan tunjangan US$ 400 per minggu dari Pemerintah AS. Presiden Donald Trump menandatangani surat perintah eksekutif terkait santunan itu pada hari Sabtu (8/8/2020) karena negosiasi stimulus antara Gedung Putih dan anggota Kongres dari Partai Demokrat tidak kunjung selesai.

Demokrat ingin bantuan tunai pengangguran tetap di angka US$ 600 per minggu, tetapi Republikan ingin di angka US$ 200 per minggu. Angka yang ditawarkan Trump merupakan jalan tengah antara keduanya.

"Kami ingin menjaga rakyat AS. Sekali lagi, ini bukan salah mereka tetapi ini salah Tiongkok," kata Trump di Bedminster, New Jersey.

Dampak Covid-19 membuat sekitar 20 juta warga AS kehilangan pekerjaan. Sekitar setengah dari jumlah itu sudah kembali bekerja. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan tingkat pengangguran ada di angka 10,1 persen.

Stimulus Covid-19 tahap pertama kedaluarsa pekan lalu, dan hingga saat ini Demokrat dan Republikan belum sepakat akan stimulus baru.

Selain tunjangan pengangguran, Trump juga memperpanjang moratorium pengusiran orang-orang yang tidak mampu membayar sewa tempat tinggal karena Covid-19, memberikan insentif pajak, dan menunda pembayaran utang mahasiswa.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Minum Hand Sanitizer, 4 Warga Amerika Tewas dan 3 Lainnya Alami Kebutaan

Sebanyak 15 orang (13 pria dan 2 wanita) di rawat di rumah sakit setelah meminum hand sanitizer (cairan pembersih tangan).

DUNIA | 8 Agustus 2020

Ledakan Lebanon, Otoritas Sudah Berikan Peringatan Sejak 6 Tahun Lalu

Pada Februari 2014, Kol. Joseph Skaff, seorang pejabat senior bea cukai, memperingatkan bahaya kargo amonium nitrat tetapi dia meninggal misterius.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Puluhan Warga Beirut Gelar Protes Anti-Pemerintah

Banyak warga di Lebanon mengatakan korupsi, pengabaian, dan salah kelola dari pemerintah yang menyebabkan ledakan tersebut.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Hong Kong Akan Beri Vaksin Gratis ke Seluruh Warga

Lam mengatakan, pada akhir Juli lalu, ia telah meminta Beijing untuk meningkatkan kemampuan tes Covid-19 dan fasilitasnya.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Brasil Anggarkan US$ 360 Juta untuk Vaksin AstraZeneca

Dia menyebut vaksin itu "paling menjanjikan di dunia" untuk melawan virus.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Mantan Menkeu Malaysia Didakwa Kasus Dugaan Suap

Diduga menerima suap dari proyek terowongan bawah laut Penang senilai 6,3 miliar ringgit atau sekitar Rp 22 triliun.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Pelaku Bunuh Diri di Singapura Kebanyakan Usia 20 Tahunan

Menurut SOS, ada 400 kasus bunuh diri yang dilaporkan pada tahun 2019, dibandingkan dengan 397 kasus pada tahun sebelumnya.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di India Tembus 2 Juta

Banyak ahli mengatakan, angka sebenarnya disinyalir jauh lebih tinggi di antara penduduk yang jumlahnya 1,3 miliar orang.

DUNIA | 8 Agustus 2020

TikTok Ancam Tindakan Hukum atas Perintah Eksekutif Trump

Trump memberikan tenggat waktu 45 hari yaitu sampai 15 September kepada induk perusahaan kedua aplikasi itu, ByteDance dan Tencent.

DUNIA | 8 Agustus 2020

Pakar Epidemiologi AS Diancam

Dia bersama keluarganya telah meminta pengamanan berkelanjutan karena pelecehan dan ancaman kematian dari orang-orang yang marah.

DUNIA | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS