PM Lebanon dan Jajarannya Mengundurkan Diri
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

PM Lebanon dan Jajarannya Mengundurkan Diri

Selasa, 11 Agustus 2020 | 07:15 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Beirut, Beritasatu.com - Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya pada hari Senin (10/8/2020) pascaledakan hebat 4 Agustus lalu yang menewaskan 163 orang dan melukai 6.000 lainnya.

Diab mengatakan ledakan tersebut adalah hasil dari korupsi yang sudah mengakar. Diab juga mendukung tuntutan masyarakat untuk mengadili orang-orang yang bertanggung jawab atas ledakan itu.

Sebagian menteri sudah mengundurkan diri dan lebih banyak lagi yang ingin mundur. Menteri Informasi dan Menteri Lingkungan mengundurkan diri Minggu lalu. Menteri Kehakiman mundur pada Senin, dan Menteri Keuangan Ghazi Wazni juga disebut-sebut akan mengundukan diri.

Baca juga:Redakan Kemarahan Demonstran, PM Lebanon Usulkan Pemilu Dini

Diab mendesak adanya pemilu dini parlemen sebagai upaya untuk meredakan krisis yang memburuk di negara itu karena ledakan di pelabuhan ibu kota Beirut.

Diab berbicara saat terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dengan demonstran. “Kita tidak bisa keluar dari krisis struktural negara ini tanpa menggelar pemilu parlemen dini,” kata Diab lewat pidato di televisi, Sabtu (8/8/2020).

Namun, perubahan rezim diragukan oleh masyarakat akan membawa perubahan, karena politik sektarian telah mendominasi negara itu sejak konflik 1975-1990.

Baca juga:Ledakan Lebanon, Otoritas Sudah Berikan Peringatan Sejak 6 Tahun Lalu



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Presiden Trump Dievakuasi

Otoritas keamanan mengatakan tersangka ditembak di dada oleh Paspampres AS (Secret Service). Tidak jelas kenapa tersangka ditembak atau apakah dia bersenjata.

DUNIA | 11 Agustus 2020

Klaim Tercepat, Vaksin Rusia Justru Diragukan

“Rusia secara tradisi sangat kuat dalam vaksin. Vaksin yang kami miliki sebenarnya merupakan tiruan dari vaksin Ebola yang dikembangkan lima tahun lalu."

DUNIA | 10 Agustus 2020

Kasus Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 100.000

“Kita hidup dalam keputusasaan karena ini adalah tragedi seperti perang dunia. Tapi Brasil berada di bawah anestesi kolektif.”

DUNIA | 10 Agustus 2020

Tim Penyelidik Teliti Landasan Pacu dan Tindakan Pilot Air India

Sejumlah penumpang yang selamat mengatakan, mereka sudah mengetahui ada yang tidak beres begitu roda pesawat menghantam tanah.

DUNIA | 10 Agustus 2020

ASEAN Dorong Perdamaian di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

ASEAN juga mendorong netralitas kawasan dengan tetap menjaga persatuan, kohesif, dan memiliki ketahanan untuk memajukan prinsip-prinsip Piagam ASEAN.

DUNIA | 10 Agustus 2020

Polisi London Sita 100 Sepeda Curian

“Sepeda tersebut diperkirakan bernilai total lebih dari 30.000 pound (US$ 39.000 atau Rp 569,6 juta),” kata Polisi Metropolitan.

DUNIA | 10 Agustus 2020

Partai Baru Mahathir Dianggap Kendaraan untuk Ambisi Pribadi

“Saya pikir partai baru ini tidak akan membuat kemajuan berarti karena banyak warga Melayu menyadari fakta bahwa suara Melayu telah terpecah."

DUNIA | 10 Agustus 2020

Redakan Kemarahan Demonstran, PM Lebanon Usulkan Pemilu Dini

“Kita tidak bisa keluar dari krisis struktural negara ini tanpa menggelar pemilu parlemen dini."

DUNIA | 10 Agustus 2020

Terbelit Korupsi, Juan Carlos Hidup Mewah di Abu Dhabi

Sang mantan raja mengasingkan diri pada Senin (3/8/2020) dengan jet pribadi sewaan Global 6500 senilai 50 juta euro (Rp 860 miliar).

DUNIA | 10 Agustus 2020

UE Coret Maroko dari Daftar Aman Berkunjung

Uni Eropa hanya mengizinkan para pelancong dari sebelas negara non-UE untuk memasuki perbatasan luar negeri negara-negara UE.

DUNIA | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS