Mulai Minggu, Unduh TikTok dan WeChat Bakal Diblokir di AS
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Mulai Minggu, Unduh TikTok dan WeChat Bakal Diblokir di AS

Sabtu, 19 September 2020 | 07:22 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Kementerian Perdagangan AS pada hari Jumat waktu setempat (18/9/2020), mengumumkan akan melarang semua transaksi bisnis dan memblokir download aplikasi media sosial dari Tiongkok, TikTok dan WeChat mulai hari Minggu (20/9/2020).

Keputusan pemerintah AS ini dikeluarkan di tengah-tengah rencana akuisisi saham minoritas TikTok oleh perusahaan teknologi AS Oracle.

Dalam konferensi per hari Jumat, Presiden Donald Trump mengatakan proses akuisisi TikTok akan terjadi secepatnya, sambil menyebut nama Oracle dan Microsoft, meskipun Microsoft menyatakan sudah mundur dari akuisisi tersebut Minggu lalu karena tawarannya ditolak.

Kemdag AS mengatakan masih ada waktu untuk menyelesaikan akuisisi TikTok sebelum hari Minggu. AS ingin perusahaan nasional menjadi pemegang saham mayoritas di TikTok supaya data konsumen AS tidak "lari" ke Tiongkok. Sejauh ini, dua perusahaan AS -Oracle dan Walmart- hanya akan menjadi pemegang saham minoritas.

Pada 6 Agustus, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mendivestasi saham TikTok seluruhnya ke perusahaan AS atau dilarang beroperasi. Tenggat waktu itu jatuh pada hari Mingu besok. Alasan Trump melakukan ini karena AS mencurigai TikTok mengancam keamanan nasional karena bisa mengakses data pribadi warganya.

Jika tidak ada divestasi, makan aplikasi TikTok dan WeChat akan dicabut dari Apple dan Google store. Aplikasi WeChat juga akan menjadi tidak bisa digunakan untuk keperluan transfer dana dan pembayaran. Aplikasi TikTok masih bisa digunakan tapi tidak bisa di-upgrade.

Penutupan aplikasi total TikTok baru akan terjadi pada bulan November. TikTok punya waktu hingga 12 November untuk memberikan solusi atas isu keamanan nasional. Jika tidak ada solusi maka layanan hosting internet untuk TikTok akan dihentikan.

Menanggapi potensi pemblokiran ini, TikTok mengatakan tidak setuju dengan kebijakan Kemdag AS.

"Komunitas kami yang berjumlah 100 juta pengguna di AS memilih TikTok sebagai media hiburan, berekspresi, dan berkoneksi. Kami berkomitmen menjaga privasi dan keamanan mereka sambil menghadirkan kebahagiaan dan pilihan karir bagi content creator di platform kami".

"Kami berkomitmen memberikan transparansi dan pertanggungjawaban yang lebih besar dibanding aplikasi-aplikasi lain, termasuk audit pihak ketiga, verifikasi kode keamanan, dan pengawasan data oleh pihak AS. Lebih jauh, perusahaan teknologi AS akan bertanggung jawab mengawasi operasi TikTok di AS. Kami akan terus melawan perintah eksekutif yang tidak adil dan mengancam penghasilan warga dan usaha kecil di AS."



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiongkok Gelar Pameran Perdagangan Internasional ke-6 Secara Daring

Pameran yang dilaksanakan secara daring akan mempertemukan lebih dari 3.000 pabrikan bermutu tinggi asal Tiongkok.

DUNIA | 19 September 2020

Sepanjang 2020, California Alami 7.860 Kebakaran Hutan

Negara bagian California, Amerika Serikat (AS), telah mengalami 7.860 kebakaran hutan yang menghanguskan lebih dari 3,4 juta hektar pada tahun 2020

DUNIA | 18 September 2020

AS Tidak Akan Hukum Pengguna WeChat

Pengguna WeChat tidak akan menghadapi hukuman perdata atau pidana. Pernyataan itu dilontarkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Rabu (16/9).

DUNIA | 18 September 2020

Presiden Jokowi Akan Berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB

Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato dalam Sesi Debat Umum (General Debate) Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

DUNIA | 18 September 2020

WHO: Bahaya Pandemi Covid-19 Masih Mengancam Amerika Latin

WHO memperingatkan negara-negara Amerika Latin yang mulai melanjutkan kehidupan normal saat pandemi Covid-19 masih membutuhkan kontrol ketat.

DUNIA | 18 September 2020

PM Suga Ingin Perkuat Aliansi Jepang-AS

Perdana Menteri baru Jepang, Yoshihide Suga, berjanji memperkuat aliansi negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 18 September 2020

RI Dapat Jaminan Vaksin COVAX hingga 20% Populasi

Indonesia telah mendapatkan jaminan akan mendapatkan akses vaksin Covid-19 sebanyak 20% dari total populasi

DUNIA | 18 September 2020

Hadapi Pandemi Covid-19, PM Modi Disebut Kebal Kritik

Perdana Menteri Narendra Modi dianggap kebal dari kritik karena secara luas lolos dari tajuk berita yang “pedas” atau jajak pendapat yang menghancurkan saat India dilanda pandemi Covid-19.

DUNIA | 18 September 2020

AS Jual Tujuh Sistem Senjata Utama ke Taiwan

Amerika Serikat (AS) berencana untuk menjual tujuh sistem senjata utama kepada Taiwan di antaranya ranjau, rudal jelajah, dan drone (pesawat nirawak).

DUNIA | 18 September 2020

Total Kasus Infeksi Covid-19 Global Tembus 30 Juta

Jumlah kasus infeksi Covid-19 yang terdaftar di seluruh dunia mencapai 30 juta pada Kamis (17/9).

DUNIA | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS