Ribuan Demonstran Lanjutkan Aksi Protes Reformasi Monarki Thailand
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Ribuan Demonstran Lanjutkan Aksi Protes Reformasi Monarki Thailand

Minggu, 20 September 2020 | 10:15 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Bangkok, Beritasatu.com - Ribuan demonstran melakukan aksi protes di Bangkok, Minggu (20/9/2020), menuntut reformasi terhadap kekuasaan kerajaan Thailand di bawah Raja Maha Vajiralongkorn.

Dalam dua bulan terakhir, demonstran Thailand semakin berani menyuarakan aspirasi mereka menuntut pembatasan kekuasaan monarki dan militeristik Thailand. Di bawah undang-undang Thailand, mengkritik raja adalah hal yang ilegal.

Saat demonstrasi berlangsung, Raja Vajiralongkorn diketahui sedang tidak berada di Thailand. Para demonstran diadang ratusan polisi antihuru-hara yang tidak bersenjata.

Pemimpin demonstrasi mengatakan Kepolisian Kerajaan Thailand telah setuju untuk menyampaikan tuntutan mereka ke markas besar polisi.

"Kemenangan terbesar kita dalam dua hari terakhir ini menunjukkan bahwa rakyat jelata seperti kita bisa menyurati kerajaan," kata Parit Chirawak kepada massa demonstran.

Sabtu kemarin, sekitar 30.000 demonstran melakukan protes menuntut reformasi monarki, mengganti PM Prayuth Chan-ocha, meminta konsitusi dan pemilu baru.

Pada hari Minggu pagi, demonstran memasang plakat di dekat Istana Kerajaan Sanam Luang di Bangkok. Plakat itu berbunyi: "Di tempat ini, rakyat mengekspresikan tuntutannya: bahwa negara ini milik rakyat dan bukan milik monarki karena mereka telah membohongi kami".

Polisi tidak mengintervensi aksi tersebut. Juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri mengatakan bahwa polisi tidak akan menggunakan kekerasan terhadap demonstran.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tidak Jadi Diblokir, Tiktok Disetujui Trump Kerja Sama dengan Oracle

Presiden Donald Trump memberikan persetujuan prinsipal kepada Oracle dan Walmart untuk bekerja sama dengan ByteDance, induk dari TikTok.

DUNIA | 20 September 2020

Kementerian Perdagangan Tiongkok Keluarkan Daftar Hitam Perusahaan Asing

Kementerian Perdagangan Tiongkok akan melarang perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak terpercaya untuk melakukan ekspor-impor dan berinvestasi di Tiongkok.

DUNIA | 19 September 2020

Dubes Lutfi Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Donald Trump

Lutfi memastikan diplomasi ekonomi dengan AS akan terus diperkuat seiring memasuki era baru perdagangan internasional.

DUNIA | 19 September 2020

Mulai Minggu, Unduh TikTok dan WeChat Bakal Diblokir di AS

Keputusan pemerintah AS ini dikeluarkan di tengah-tengah rencana akuisisi saham minoritas TikTok oleh perusahaan teknologi AS Oracle.

DUNIA | 19 September 2020

Tiongkok Gelar Pameran Perdagangan Internasional ke-6 Secara Daring

Pameran yang dilaksanakan secara daring akan mempertemukan lebih dari 3.000 pabrikan bermutu tinggi asal Tiongkok.

DUNIA | 19 September 2020

Sepanjang 2020, California Alami 7.860 Kebakaran Hutan

Negara bagian California, Amerika Serikat (AS), telah mengalami 7.860 kebakaran hutan yang menghanguskan lebih dari 3,4 juta hektar pada tahun 2020

DUNIA | 18 September 2020

AS Tidak Akan Hukum Pengguna WeChat

Pengguna WeChat tidak akan menghadapi hukuman perdata atau pidana. Pernyataan itu dilontarkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Rabu (16/9).

DUNIA | 18 September 2020

Presiden Jokowi Akan Berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB

Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato dalam Sesi Debat Umum (General Debate) Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

DUNIA | 18 September 2020

WHO: Bahaya Pandemi Covid-19 Masih Mengancam Amerika Latin

WHO memperingatkan negara-negara Amerika Latin yang mulai melanjutkan kehidupan normal saat pandemi Covid-19 masih membutuhkan kontrol ketat.

DUNIA | 18 September 2020

PM Suga Ingin Perkuat Aliansi Jepang-AS

Perdana Menteri baru Jepang, Yoshihide Suga, berjanji memperkuat aliansi negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS