HUT PBB, Presiden Soroti Rivalitas Antarnegara di Tengah-tengah Pandemi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

HUT PBB, Presiden Soroti Rivalitas Antarnegara di Tengah-tengah Pandemi

Rabu, 23 September 2020 | 07:59 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / FMB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato secara daring pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (23/9/2020).

Dalam pidatonya, Kepala Negara menyebutkan bahwa pada 75 tahun yang lalu, PBB dibentuk agar perang dunia II tidak terulang kembali dan agar dunia bisa lebih damai, stabil, dan sejahtera. Perang tidak akan menguntungkan siapapun. Tidak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran, dan tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan peran PBB saat ini. Pidato tersebut disampaikan secara virtual seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 September 2020.

"Di usia PBB yang ke-75 ini, kita patut bertanya, apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai? Saya kira jawaban kita akan sama. Belum," kata Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

"Kita semua prihatin melihat situasi ini. Keprihatinan kita menjadi semakin besar di saat pandemi Covid-19. Di saat seharusnya kita semua bersatu padu bekerja sama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam," paparnya.

Presiden Jokowi memandang bahwa seharusnya semua negara bersatu padu dan selalu menggunakan pendekatan win-win pola hubungan antarnegara yang saling menguntungkan. Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi.

"Kita juga paham virus ini tidak mengenal batas negara. No one is safe until everyone is," ungkapnya.

"Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi, maka saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna. Dunia yang damai, stabil, dan sejahtera semakin sulit diwujudkan," imbuhnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Dorong PBB Perkuat Kerja Sama Penanganan Covid-19

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PBB senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi.

DUNIA | 23 September 2020

Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Jokowi Ingatkan Lagi Peran Soekarno dan Dasasila Bandung

Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia sudah lama berkontribusi pada perdamaian dunia sesuai amanah konstitusi negara.

DUNIA | 23 September 2020

Debat Capres AS Angkat 6 Isu

Debat capres mencakup enam topik: rekam jejak capres, Mahkamah Agung, Covid-19, isu ekonomi, isu rasial dan kekerasan, dan integritas pemilu.

DUNIA | 23 September 2020

Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-75, Jokowi Minta PBB Berbenah Diri

Presiden Joko Widodo meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terus berbenah diri. PBB juga perlu melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi.

DUNIA | 23 September 2020

HUT Ke-75 PBB, Seruan Multilateralisme dan Reformasi Menggema

Seruan reformasi dan multilateralisme menggema dalam peringatan ke-75 tahun Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum (SMU) PBB tahun 2020.

DUNIA | 23 September 2020

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di AS Tembus 200.000

Amerika Serikat (AS) mencatat kematian ke-200.000 akibat pandemi Covid-19 pada Selasa (22/9).

DUNIA | 23 September 2020

Tiongkok, Bukan Rusia, yang Pertama Lakukan Vaksinasi Covid-19

Tiongkok melakukan vaksinasi Covid-19 pada 22 Juli, Rusia baru pada bulan berikutnya.

DUNIA | 23 September 2020

Pengkritik Presiden Xi Diganjar 18 Tahun dengan Pasal Korupsi

Mantan bos BUMN properti itu pernah menyindir Presiden Xi Jinping sebagai seorang “badut”.

DUNIA | 22 September 2020

Edward Snowden Bersedia Kembalikan $5 Juta ke AS

Namun, pemerintah AS akan kesulitan mencairkan dana Snowden kalau uang itu ditempatkan di luar AS.

DUNIA | 22 September 2020

Menlu: Unilateralisme Tidak Dapat Dibiarkan

Unilateralisme tidak dapat dibiarkan karena negara lemah akan semakin terpinggirkan.

DUNIA | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS